Ketegangan Meningkat, Pakistan Janji Akan Balas Serangan Udara India

Foto; Istimewa

Foto; Istimewa/ Ketegangan India Pakistan

Sketsanews.com, Jakarta – Ketegangan antara Pakistan dan India meningkat setelah India melancarkan serangan udara di wilayah Pakistan guna menyasar kelompok milisi yang dituduh membunuh sejumlah tentara di Kashmir.

India menyebut serangan udara diarahkan ke sebuah kamp di Balakot, bagian barat laut Pakistan.

Menteri Luar Negeri India, Vijay Gokhale, mengatakan “banyak” milisi yang tewas dalam aksi yang diklaim sebagai “serangan antisipasi” guna mencegah pergerakan kelompok Jaish-e-Mohammad (JeM).

Warga di kawasan Balakot mengaku kepada BBC bahwa mereka terbangun akibat suara ledakan keras. Namun, belum ada konfirmasi mengenai keberadaan korban

Seorang pria membentangkan bendera India setelah muncul laporan militer India melancarkan serangan di wilayah Pakistan.

Secara terpisah, militer Pakistan membantah ada korban jatuh seraya mengklaim pesawat-pesawat tempur mereka telah memaksa pesawat-pesawat India berbalik dan menjatuhkan “muatan” di area yang jarang dihuni penduduk.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi, mengatakan India telah “memilih klaim sepihak, sembrono, dan fiktif” sehubungan dengan serangan di Balakot.

Pertemuan Komite Keamanan Nasional Pakistan, yang dihadiri Perdana Menteri Imran Khan, berakhir dengan ultimatum bahwa Pakistan “akan merespons pada waktu dan tempat yang dipilih”.

Khawatir akan eskalasi ketegangan, Uni Eropa mendesak kedua negara melakukan “pengekangan maksimum”. Desakan serupa dilontarkan Cina.

BBCApa latar belakangnya?

Dua pekan lalu, sekitar 50 orang tewas setelah serangan bom bunuh diri menyasar iring-iringan tentara India di Pulwama yang terletak di daerah Kashmir bagian India.

Jumlah korban dalam insiden itu tercatat sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap pasukan India di Kashmir dalam puluhan tahun.

Tidak lama setelah kejadian, kelompok milisi Jaish-e-Mohammad (JeM) yang berbasis di Pakistan, mengaku berada di balik serangan, seperti yang di kutip dari detikcom.

India lalu menuding Pakistan mengizinkan kelompok-kelompok milisi beroperasi di wilayahnya, namun tuduhan ini dibantah Pakistan.

Serangan India ke Balakot adalah serangan pertama yang melintasi garis kontrolperbatasan de facto yang memisahkan Kashmir bagian India dan Kashmir bagian Pakistansejak peperangan kedua negara pada 1971.

Lini masa ketegangan India-Pakistan

Oktober 1947: Perang pertama antara India dan Pakistan untuk memperebutkan Kashmir, dua bulan setelah India dan Pakistan menjadi negara merdeka.

Agustus 1965: Pertempuran singkat kedua negara tetangga soal Kashmir.

Desember 1971: India menyokong upaya Pakistan Timur untuk menjadi negara merdeka. Angkatan Udara India melancarkan serangkaian pengeboman di wilayah Pakistan. Pertempuran itu berakhir dengan terciptanya Bangladesh.

Mei 1999: Militer dan kelompok milisi Pakistan menduduki pos-pos militer India di Pegunungan Kargil. India melancarkan serangan darat dan udara sehingga pihak lawan mundur.

Oktober 2001: Serangan terhadap dewan perwakilan rakyat di Kashmir bagian India menewaskan 38 orang. Dua bulan kemudian, serangan terhadap parlemen India di Delhi menewaskan 14 orang.

November 2008: Serangan terkoordinir di stasiun kereta, hotel-hotel mewah, dan pusat kebudayaan Yahudi di Mumbai menewaskan 166 orang. India menyalahkan kelompok Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan.

Januari 2016: Serangan empat hari terhadap pangkalan udara India di Pathankot menewaskan tujuh tentara India dan enam milisi.

18 September 2016: Serangan terhadap pangkalan militer uri di Kashmir bagian India menewaskan 19 serdadu.

30 September 2016: India mengklaim melancarkan “serangan operasional” terhadap kelompok milisi di Kashmir bagian Pakistan. Islamabad membantah serangan itu berlangsung, (Air)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: