Sketsa News
Home Berita, Pendidikan DEMA UIN Dukung Pembinaan Mahasiswi Bercadar

DEMA UIN Dukung Pembinaan Mahasiswi Bercadar

Kampus UIN Sunan Kalijaga. Foto: Yusuf Assidiq.

Sketsanews.com, Sleman – Universitas Islam Negeri  (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) secara tegas akan mengeluarkan mahasiswi yang tetap cenderung berpaham transnasional, setelah dibina sebanyak sembilan pertemuan.Hal ini dilakukan untuk mewujudkan komitmen UIN Suka dalam menjaga keutuhan NKRI.

Menanggapi hal itu, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Suka sepakat dengan ketegasan yang akan dilakukan tersebut. Presiden Mahasiswa UIN Suka, Muhammad Romli mengatakan, jika perlu, mahasiswi yang terbukti antipancasila juga dapat dipolisikan atas tuduhan makar.

“Jika sudah berkali-kali dibina dan tetap antipancasila, maka harus ditindak tegas karena telah mengancam keutuhan NKRI,” kata Romli, Selasa (6/3).

Namun, apa yang dilakukan UIN Suka ini dinilai masih parsial. Ia merasa keberatan mengapa objek binaanya hanya mahasiswi bercadar. Seharusnya, lanjut Romli, semua mahasiswi dan mahasiswa UIN juga perlu diidentifikasi dan dibina.

Pasalnya, ia menekankan, tidak menutup kemungkinan bahwa penampilan yang biasa-biasa saja atau tidak bercadar dan tidak bercelana cingkrang terjangkit paham radikal dan antipancasila. “Begitu pun sebaliknya,orang-orang yang bertentangan dengan paham kebangsaan kita ini tidak otomatis mereka bercadar,” ujar dia.

Oleh karena itu, ia pun menilai, upaya pembinaan yang setengah-setengah dan tidak tepat sasaran, justru mengakibatkan niat baik membentengi kampus dari paham-paham yang bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945 menjurus pada tindakan diskriminasi terhadap mahasiswa. Menurutnya hal itu jelas sekali bertentangan dengan deklarasi universal hak-hak asasi manusia yang diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 melalui resolusi 217 A (III).

(Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: