Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Politik Ketua Dewan Masjid Indonesia: Rumah Ibadah Steril Dari Kampanye

Ketua Dewan Masjid Indonesia: Rumah Ibadah Steril Dari Kampanye

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggelar Muktamar ke-VII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada 10-12 November 2017 (Istimewa)

Sketsanews.com, Jakarta – Wakil Presiden H. Jusuf Kalla secara khusus mengingatkan seluruh kontestan pilkada untuk menjaga diri tidak berkampanye ditempat-tempat terlarang, terutama di tempat ibadah. Pasalnya, tahun ini merupakan tahun diselenggarakannya Pilkada serentak di 171 daerah. Sementara tahun depan, akan ada Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif.

“Tidak boleh. Tempat ibadah, sekolah kan enggak boleh (jadi tempat kampanye). Itu diatur undang-undang, lho,” ucap JK, seusai mengukuhkan pengurus pimpinan pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) periode 2017-2022 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (12/1).

Aturan tersebut mengacu kepada Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2015.

Selanjutnya, aturan itu diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU No. 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi undang-undang.

Berdasarkan Pasal 69 huruf I UU, seperti dikutip dari Radarkontra, disebutkan bahwa dalam kampanye dilarang menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan.

Sanksi bagi siapapun yang melanggar aturan ini tertera di dalam Pasal 187 Ayat 3 UU yang sama.

Hukumnya yaitu pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp100.000 atau paling banyak Rp1.000.000.

Jika ada jemaah masjid menemukan tempat ibadah mereka digunakan kampanye, ia mengimbau agar segera menghentikannya.

Meski tahun politik akan memicu dinamika, Kalla optimistis pilkada serentak 2018 akan berjalan lancar dan damai. Pasalnya, masyarakat sudah terbiasa menghadapi pilkada serentak.

“Dulu tiap minggu ada Pilkada, sekarang saya yakin aman saja,” tandasnya.

Dalam sambutan saat pengukuhan pengurus DMI, ia mengapresiasi kehidupan beragama di Indonesia jauh dari konflik dibandingkan dengan negara-negara lain.

Oleh sebab itu, ketua umum DMI itu berharap umat Islam terus memanfaatkan masjid, bukan hanya untuk beribadah tapi hal-hal positif lainnya.

“Masjid sebagai tempat dakwah, pendidikan, silaturahim, pendorong ekonomi umat, sebagai tempat kesehatan dan fungsi lain harus kita jalankan,” tutur Kalla. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: