Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hukum, kriminal, News Ketua Jemaah Anshorud Khilafah Residivis Kasus Pembunuhan

Ketua Jemaah Anshorud Khilafah Residivis Kasus Pembunuhan

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara
(foto: ist/inforiau)

Sketsanews.com, Palembang – Ketua Jemaah Anshorud Khilafah (JAK), SP (31), yang ditangkap Densus 88 Antiteror, pernah terlibat aksi pembunuhan pada 2014.

SP yang ditangkap di rumah kontrakannya, Jalan Petaling, Kelurahan Mariana, Kecamatan Bayuasin 1, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan ini baru selesai menjalani masa tahanannya.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, SP diduga masuk dalam anggota JAK dan diangkat sebagai ketua setelah bertemu dengan Abu Husna di dalam Lapas Merah Mata Palembang.

“Perkenalan di dalam lapas antara SP dan Abu Husna membuatnya didoktrin dan masuk dalam kelompok JAK dan diangkat sebagai ketua di sini. SP residivis atas kasus pembunuhan, ” kata Zulkarnain, Jumat (20/7/2018).

Zulkarnain menjelaskan, dua dari tujuh terduga teroris yang diamankan merupakan pegawai salah satu BUMN yang berlokasi di Palembang.

Mereka adalah Zul (25) dan HR (27) yang ditangkap Densus 88 di Jalan Kolonel Atmo, Palembang.

Sementara empat terduga teroris lainnya yakni FK alias Abu Atika (34) ditangkap di kawasan Kertapati, Palembang, SPO alias Abu Qoru (34) ditangkap di kawasan Kalidoni, Palembang.

Dilansir dari Kompas, AR alias Abu Husna (28) ditangkap tak jauh dari lokasi penangkapan SP Alias Daud, dan terakhir EK alias Hasan (21) ditangkap di Mata Merah, Banyuasin.

Diketahui, EK alias Hasan merupakan anak kandung dari salah satu narapidana teroris, Adin asal Lampung yang merupakan bagian dari kelompok JAK Lampung pimpinan Abu Roban.

“Status semuanya sekarang masih terduga, masih diperiksa di Mako Brimob Polda Sumsel. Terkait pekerjaannya itu tidak terlalu berhubungan karena paham ekstrim intoleran bisa melanda siapa saja,” tutur dia.

Dari penggeledahan kediaman tujuh terduga teroris yang diamankan,  sambung Zulkarnain, Densus 88 mendapatkan barang bukti berupa busur dan anak panah serta pipa paralon yang diduga hendak dijadikan alat peledak.

“Dari temuan itu bisa dikatakan jika mereka telah melakukan latihan. Tapi masih kita dalami, karena proses pemeriksaan teroris ini panjang,” pungkasnya.

(Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: