Sketsa News
Home Berita Terkini, News Ketum PPP: Bom Bunuh Diri Mengoyak Pesan Damai Ramadan dan Idul Fitri

Ketum PPP: Bom Bunuh Diri Mengoyak Pesan Damai Ramadan dan Idul Fitri

Sketsanews.com – DPP PPP mengutuk sejumlah aksi bom bunuh diri yang dilakukan berangkai tanpa henti di seluruh belahan dunia. Terlebih hal itu dilakukan di bulan suci, mulai Istanbul, Dhaka, Madinah hingga Surakarta.

IMG_20160623_190628

“Tindakan itu tak dibenarkan dalam Islam. Ini mengacu pada Fatwa MUI No. 3 tahun 2004 tentang Terorisme, dan Keputusan Munas Alim Ulama NU tahun 2002 tentang Melawan Kezhaliman dengan Pengorbanan Jiwa. Dalam Islam, bom bunuh diri seperti yang dilakukan tersebut tergolong terorisme yang haram hukumnya dalam Islam, karena sifatnya merusak, anarkis, menciptakan rasa takut dan menyasar siapapun tanpa batas,” kata Ketua Umum DPP PPP, M. Romahurmuziy dalam siaran pers, Selasa (5/7).

Tindakan tersebut kata Rommy sama sekali bukan jihad dan pelakunya tidak digolongkan sebagai syahid, bahkan dimasukkan ke dalam neraka.

Allah SWT melarang seseorang bunuh diri atau menjerumuskan diri dalam kebinasaan. Sebagaimana tercantum dalam QS. An-Nisa (4): 29, “Dan janganlah kamu membunuh dirimu”. Juga dalam QS. Al Baqarah (2): 195, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan”.

Bom bunuh diri itu mengoyak pesan damai yang menjadi inti Ramadhan dan Idul Fitri. Allah SWT melarang pembunuhan satu jiwa sekalipun jika tanpa berbuat kerusakan, sebagaimana dinyatakan dalam QS. Al Maidah (5): 32, “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan2 ia telah membunuh seluruh umat manusia”.

Teror itu dilakukan dengan menyasar orang tak berdosa, perempuan dan anak-anak, bahkan orang yang tengah beribadah di kota Nabi. Tindakan itu pasti dilakukan para ekstremis ahli takfiri (mengkafirkan) dan pengecut, jauh dari pemahaman Islam yang tawassuth (tengah) dan i’tidal (tegak lurus). Karenanya PPP menyerukan seluruh umat Islam untuk memelihara pesan damai Ramadhan, tidak terpancing dengan ekstremisme, dan tetap menjalankan mudik dan Idul Fitri dengan kebahagiaan bersama keluarga.

“Jangan biarkan teroris menimbulkan rasa takut umat merayakan lebaran, karena dengan demikian tercapailah tujuan mereka,” tegas Rommy.

Kemudian Rommy menyerukan kepada para teroris dimanapun berada, kembalilah kepada Islam yang kaffah. Kembalilah kepada peradaban Nabi (madinatun nabi). Kembalilah kepada Islam yang menjadi juru damai semesta (rahmatan lil ‘alamin). Tinggalkan kesesatan berpikir jihad ofensif yang selama ini diyakini, karena kebutuhan umat Islam untuk hidup mengentaskan kemiskinan dan membangun kesejahteraan, lebih besar daripada kebutuhan kita untuk bunuh diri dan mengkafirkan.

(ip/Aktual.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: