KH Cholil Nafis : Saksi Ahli Agama Ahok, Ahmad Ishomuddin bukan pengurus MUI

Sketsanews.com – Ahmad Ishomuddin yang membuat pernyataan “dikeluarkannya sikap dan keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al Maidah ayat 51 justru menjadi pemicu masalah semakin besar” ternyata bukan lagi menjabat sebagai pengurus MUI.

Saksi yang juga Ahli Ushul Fiqih IAIN Raden Intan Lampung Ahmad Ishomuddin ini menurut KH. Cholil Nafis dalam akun @cholilnafis, mengklarifikasi bahwa  “Dia bukan Pengurus MUI.” dan juga sudah dikeluarkan dari komisi fatwa MUI.

Masih menurut Cholil Nafis, Ahmad Ishomuddin termasuk yang “suul adab,” alias memiliki etika yang kurang baik selaku anggota MUI.

Pernyataan diatas berdasar penelusuran sketsanews.com berasal dari  Wakil Ketua Umum MUI Prof. Yunahar Ilyas kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Rabu, 22/3/2017).

KH Ahmad Ishomuddin, saksi ahli agama yang meringankan Terdakwa kasus penistaan agama Basuki T. Purnama kemarin, sudah bukan lagi pengurus Majelis Ulama Indonesia.

Sebelumnya, dosen IAIN Raden Intan Lampung ini merupakan Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI.

“Kemarin dalam rapat, diinformasikan (Ahmad Ishomuddin) sudah di-PAW, digantikan orang lain,” jelas Wakil Ketua Umum MUI Prof. Yunahar Ilyas kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Rabu, 22/3).

Bahkan informasi dari Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum MUI KH Maruf Amin, yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi Rais Syuriah PBNU.

“Sudah diturunkan menjadi Tanfidz,” sambung Prof. Yunahar.

Sebagaimana diketahui bersama, dalam sidang ke-15 Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/3), Ahmad Ishomuddin dihadirkan sebagai Saksi Agama. Pernyataannya dalam sidang justru memicu polemik baru. Berikut cuplikannya dari Republika.

 

“Terjadi demonstrasi besar di Monas dan sebagainya. Itu yang maksud saya jadi pemicu setelah adanya sikap dan keagamaan MUI tersebut,” kata Ahmad saat memberikan keterangan dalam sidang ke-15 Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/3).

Selain itu, kata dia, sikap dan keagamaan MUI itu pun memunculkan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) sehingga terjadi demonstrasi dengan massa cukup besar. Lebih lanjut, ia pun mempermasalahkan bahwa hadirnya sikap dan keagamaan itu tidak melalui proses konfirmasi atau keterangan terlebih dahulu terhadap Ahok.

“Saya dapat informasi MUI tidak lakukan klarifikasi. MUI sendiri tidak melakukan pengecekan langsung ke Kepulauan Seribu dan tidak minta keterangan Pak Ahok, tiba-tiba keluar sikap dan keagamaan itu,” ucap Ahmad.

Dalam persidangan itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara juga mempertanyakan terkait pekerjaan ahli sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Saya hadir di tempat ini bukan mewakili PBNU bukan mewakili MUI juga karena saya juga salah satu Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI dan juga bukan mewakili instansi tempat saya bekerja, saya hadir sebagai pribadi,” ucap Ahmad.

(in)

1 thought on “KH Cholil Nafis : Saksi Ahli Agama Ahok, Ahmad Ishomuddin bukan pengurus MUI

  1. Ya Ustad Ahmad yg sy hormati, jangan Khawatir dan jangan bersedih hati KARENA TELAH BERKATA BENAR . Memang demikianlah adanya Sunatullah, Allah swt berulang2 berfirman dlm Al-Quran

    Bahwasanya SEBAGIAN BESAR MANUSIA TIDAK MENYUKAI KEBENARAN
    (QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 78)

    oleh karenanya harapkanlan Balasan/Pahala dari-Nya semata. Semoga Allah swt selalu melimpahkan Rahmat dan Kekuatan kpd Antum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: