KH Ma’ruf Disarankan Rangkul Ahok dan Pendukungnya

Foto : istimewa

Foto : istimewa

Sketsanews.com, Surabaya – Pengamat Politik, Adi Prayitno menyarankan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Ma’ruf Amin untuk melakukan rekonsiliasi, menyusul bebasnya terpidana perkara penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Kamis (24/1/2019) hari ini.

“Saya kira harus ada rekonsiliasi dengan Ahok. Tidak berlebihan kalau Kiai Ma’ruf mengucapkan selamat. Itu sebagai salah satu bentuk apresiasi seremonial terhadap Ahok, sekalipun dulu berbeda secara politik,” kata Adi melalui rilisnya kepada beritajatim.com.

Ahok telah menghirup udara bebas sejak pagi tadi setelah menjalani masa hukuman selama 1 tahun 8 bulan 15 hari. Ahok menjalani hukuman sejak 9 Mei 2017 setelah putusan dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ahok divonis 2 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataannya soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Selama menjalani hukuman, Ahok mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman total 3 bulan 15 hari.

Adi menjelaskan, langkah Kiai Ma’ruf merangkul Ahok bisa menetralisir anggapan kelompok-kelompok pendukung Ahok bahwa Kiai Ma’ruf mewakili kelompok kanan. “Ini ujian pertama bagi Kiai Ma’ruf Amin untuk mengubah citra, agar tidak selalu dikesankan sebagai masa lalunya,” ujarnya.

Adi mengamini, banyak pendukung Jokowi yang loyal di 2014 namun melempem di 2019, salah satunya disebabkan sosok Kiai Ma’ruf yang dianggap memenjarakan Ahok. Dia menyarankan Kiai Ma’ruf mulai menampilkan citra sebagai pemimpin yang inklusif.

“Kiai Ma’ruf Amin harus rajin juga mendatangi basis-basis yang selama ini tidak kooperatif dengan dia. Kelompok-kelompok Ahoker misalnya atau kelompok minoritas. Artinya, harus memperluas jaringan sosialnya, tidak hanya di kalangan pesantren. Ini untuk menunjukkan bahwa Kiai Ma’ruf ini plural, seperti yang selama ini menjadi tagline Jokowi, diterima banyak kalangan,” jelasnya.

Kiai Ma’ruf, kata Adi, harus seperti mendiang Gus Dur, bersarung, berpeci tapi tetapi hangat dengan kelompok minoritas, kelompok toleran dan kelompok moderat. Inilah yang menurut Adi belum dilihat dari sosok Kiai Ma’ruf.

“Jadi, perlu menjadwalkan roadshow ke komunitas-komunitas yang selama ini belum dijangkau Kiai Ma’ruf. Kalau komunitas Islam kan gampang, tapi ada komunitas di luar sana yang setidaknya bisa menyambung tali silaturahmi dan mengubah mental model mereka yang selalu menganggap Kiai Ma’ruf masih punya irisan dengan kelompok kanan. Termasuk kelompok-kelompok yang menganggap Ahok dipenjarakan oleh Kiai Ma’ruf,” pungkasnya. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: