Kisah Ortu Miskin Beri Bayi Kopi Bikin Prihatin

Peneliti ICW Donal Fariz dalam Konpers bersama Koalisi Masyarakat Sipil di Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Jumat, 1 April 2016 (Foto: EZ)

Sketsanews.com, Polewali Mandar – Kisah miris dialami Hadijah Haura, bayi berusia 14 bulan dari pasangan Sarifuddin dan Anita, warga Desa Tonro Lima, Kabupaten Polewali Mandar. Sejak berusia 6 bulan, setiap hari bayi malang ini hanya diberi kopi karena orang tua tak mampu beli susu.

Diakui Anita, setiap hari bersama sang suami Sarifuddin dirinya menggantungkan hidup dari upah bekerja sebagai pengupas daging buah kelapa. Penghasilannya hanya bisa dipakai untuk makan sehari-hari saja.

“Terpaksa pak, karena tidak ada uang untuk membeli susu, setiap hari diberi kopi sebanyak empat kali, apalagi saat dia mau tidur, biasanya terus merengek kalau tidak diberi kopi,” kata sang Ibu Anita, saat dijumpai wartawan, Sabtu (14/9/2019).

Kisah Ortu Miskin Beri Bayi Kopi Bikin PrihatinFoto: Bayi di Polman diberi kopi karena Ortu tak mampu beli susu (Abdy-detik)

Penghasilannya per hari sekitar Rp 12.000 sampai Rp 20.000 saja. Menurut Anita, hal itu hanya bisa untuk hidup pas-pasan.

“Saat lagi musim, biasanya dalam sehari saya dan suami mampu menghasilkan uang sebanyak Rp 12.000-Rp 20.000 per hari, sangat pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Kendati khawatir dengan perkembangan kesehatan buah hatinya yang terus menerus diberi kopi setiap harinya, Anita mengaku tidak dapat berbuat banyak. Anita hanya pasrah meratapi kemiskinannya.

“Mau bagaimana lagi pak, uang yang ada hanya cukup dipakai untuk makan sehari-hari, itu saja kadang tidak cukup, kita berharap bantuan makanan tambahan atau susu dari petugas kesehatan setempat juga tidak pernah didapatkan,” ujarnya pasrah.

View in Single Page

12

▶ Sumber ◀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: