Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, News, Pendidikan KKN UGM, 5.992 Mahasiswa Disebar ke 34 Provinsi

KKN UGM, 5.992 Mahasiswa Disebar ke 34 Provinsi

Sebanyak 5.992 mahasiswa KKN UGM diterjunkan ke 34 provinsi Indonesia. (Foto : Istimewa)

Sketsanews.com, Sleman – Sebanyak 5.992 mahasiswa UGM secara resmi dilepas menuju 34 provinsi di Indonesia untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Sabtu (23/06/2018). Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo bersama Rektor UGM Prof Panut Mulyono melepas para mahasiswa yang berasal dari berbagai latarbelakang ilmu tersebut di Lapangan Pancasila Grha Sabha Pramana.

Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengatakan program KKN dilakukan sebagai bentuk respon kuatnya tekanan globalisasi di berbagai lapisan masyarakat. Menurut Panut, kali ini UGM ingin berkontribusi nyata dengan mengusung tema Bersinergi Membangun Desa.

“Kami ajak mahasiswa turun langsung melihat kondisi riil di masyarakat, mencari letak permasalahan dan mengurai bersama masyarakat. Harapan kami, mahasiswa ketika lulus bisa jadi pimpinan sejati yang punya empati karena memahami apa yang terjadi di masyarakat,” ungkapnya.

Secara keseluruhan tercatat 5.992 mahasiswa UGM dari 18 fakultas dan Sekolah Vokasi mengikuti KKN kali ini dengan dibagi dalam 212 unit. “Mereka nantinya akan mulai berkarya di 34 provinsi, 107 kabupaten/kota. UGM berharap mahasiswa bisa melaksanakan dua bulan di lapangan dengan maksimal,” sambung Panut.

Dilansir dari KrJogja, Direktur Pengabdian Masyarakat UGM Prof Irfan Dwidya Prijambada menambahkan para mahasiswa KKN mulai diterjunkan pada 23 Juni hari ini hingga 10 Agustus 2018. Paling tidak ada 16 tema utama di mana salah satunya Revitalisasi Kawasan Transmigrasi yang menyasar Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, NTT dan Sulawesi Tengah.

“Masing-masing unit sudah mempersiapkan diri sehingga paham apa yang akan dikerjakan. Kami sangat berharap apa yang dilakukan rekan-rekan mahasiswa UGM bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Eko Putro Sandjojo melempar apresiasi pada UGM yang dengan serius memberi perhatian pada daerah-daerah pinggiran dan desa. Menurut Eko, hal tersebut menjadi modal serius bagi bangsa Indonesia di mana anak-anak muda tidak anti untuk membangun daerah dengan ide-ide yang didapatkan dari proses perkuliahan.

“Banyak kesempatan di desa dan pemerintah berharap mahasiswa bisa menangkap peluang tersebut. Semoga di lokasi teman-teman mahasiswa UGM bisa mendapat inspirasi sekaligus menginspirasi masyarakat setempat,” pungkasnya. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: