Komando Operasi Angkatan Udara II Gelar Latihan Pengamanan Pemilu 2019

Apel gelar kesiapan dalam rangka latihan PAM Pemilu Tahun 2019. (Ist)

Sketsanews.com, Makassar – Kepala Staf Koopsau II Marsma TNI Age Wiraksono memimpin pelaksanaan Apel Gelar Kesiapan dalam rangka latihan PAM Pemilu 2019 di Lapangan Apel I Makoopsau II Makassar, Selasa (29/1).

Apel tersebut dihadiri oleh para pejabat Makoopsau II, Para perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil Makoopsau II serta Para Pelaku Latihan dari seluruh Lanud Jajaran Koopsau II.

Dalam Latihan Pam Pemilu Legislatif dan Presiden tahun 2019 di Koopsau II bertindak sebagai Komandan Latihan yakni Pangkoopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi, Wakil Komandan Latihan, Kepala Staf Koopsau II Marsma TNI Age Wiraksono sedangkan Kawasdal adalah Asops Kaskoopsau II Kolonel Pnb Mochammad Untung Suropati, S.E.,

Sementara itu Wakawasdal diambil alih oleh Kalambangja Koopsau II Kolonel Pnb Andreas A. Dhewo, M.Sc., M.Si (Han), serta yang bertindak sebagai penilai adalah Asren Koopsau II Kolonel Pnb Erwan Andrian, selanjutnya bertindak sebagai Setlat adalah Kaset Koopsau II Letkol Adm Zainal Abidin, dan Dandenmalat dijabat oleh Kapuskodal Koopsau II Letkol Pnb Hilman L.P. Ambarita.

Pangkoopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kepala Staf Koopsau II mengatakan bahwa latihan Pam Pemilu 2019 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan satuan jajaran Koopsau II agar profesional dan handal dalam melaksanakan tugas perbantuan kepada Pemda dan Polri.

Baca juga: Divif 2 Kostrad Gelar Latihan Pengamanan Pemilu

Dalam latihan kali itu mengusung tema “Koopsau II melaksanakan latihan pengamanan pemilihan umum Legislatif dan Presiden di wilayahnya dalam rangka mendukung tugas pokok TNI”.

Latihan yang digelar di Lapangan Apel I Makoopsau II Makassar ini melibatkan 3750 personel yang terdiri dari 500 personel penyelenggara Koopsau II dan 3250 personel pelaku Lanud Jajaran.

Lebih Lanjut Pangkoopsau II menambahkan, bahwa formulasi latihan yang diharapkan tentunya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan satuan jajaran Koopsau II dalam mengamankan pemilu Legislatif dan Presiden tahun 2019. Namun untuk meningkatkan dan memantapkan koordinasi antar satuan jajaran Koopsau II dalam bentuk kerjasama kodal.

“Sehingga akan didapat pengalaman dalam merencanakan operasi, guna menghadapi gangguan yang kemungkinan terjadi di wilayah Koopsau II dan siap untuk melaksanakan tugas-tugas perbantuan bila sewaktu-waktu diperlukan,” katanya.

Ia berharap para peserta latihan dapat memanfaatkan latihan secara optimal dengan dilandasi semangat untuk dapat meningkatkan kemampuan perorangan maupun satuan.

Baca juga: 2339 Eksemplar Tabloid Indoesia Barokah Masuk ke Kota Malang

Apel gelar kesiapan dalam rangka latihan PAM Pemilu Tahun 2019. (Ist)

“Oleh karena itu untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan selama latihan berlangsung, saya minta seluruh peserta latihan, termasuk juga tim pendukung untuk selalu mengikuti petunjuk dan prosedur yang diberikan oleh kolat,” ucapnya.

Tak hanya itu, Pangkoopsau juga meminta untuk tetap melakukan cek dan re-cek perlengkapan, seeta selalu mengutamakan keselamatan, kesiapan fisik dan mental dari seluruh peserta latihan.

“Berdoalah memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga latihan dapat berlangsung dengan lancar, aman dan selamat,” ujar Henri Alfiandi.

Lebih lanjut Pangkoopsau II menekanan kepada seluruh peserta latihan untuk senantiasa serius, fokus dan semangat dalam melaksanakan setiap tahapan latihan sesuai dengan yang direncanakan. Melakukan setiap tahapan latihan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan para peserta latihan menjadi lebih profesional.

“Tuntutan profesionalisme ini menjadi sesuatu yang tidak boleh ditawar-tawar, hal ini terkait dengan kesiapan kita guna menghadapi pemilihan umum Legislatif dan Presiden tahun 2019 di wilayah Jajaran Koopsau II,” imbuh Pangkoopsau II.

Alumni US Air War College itu meminta apabila terdapat kekurangan agar dijadikan sebagai koreksi dan evaluasi sehingga pada pelaksanaan di lapangan akan lebih baik sehingga tujuan dan sasaran pengamanan dapat tercapai. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: