Sketsa News
Home Opini Kominfo, Ini Saat Yang Tepat Untuk Menekan Facebook

Kominfo, Ini Saat Yang Tepat Untuk Menekan Facebook

Kominfo, Ini Saat Yang Tepat Untuk Menekan Facebook

Oleh : Ismail Fahmi

CEO Facebook Mark Zuckerberg minta maaf terhadap skandal Cambridge Analytica dengan memasang iklan di suratkabar The New York Times, Minggu (25/3/2018). | voaindonesia

Sketsanewsw.com – Saya kira, kasus Cambridge Analytica yang menjadi perhatian dunia, bukan hanya Indonesia, adalah saat yang tepat bagi Kominfo (pemerintah) untuk menekan Facebook, dan untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya yang mengancam mereka.

Bukan sekedar menghapus kuis, tapi Kominfo bisa memasang batas yang lebih tinggi lagi. Yaitu, minta Facebook menuruti pemerintah terkait penyebaran hoax, defamation, hate speech dan fakenews. Mengingat 2019 bakal all out itu para pendukung capres, maka Facebook harus mau menghapus atau menutup (permanen atau sementar) Facebook Group, yang isinya banyak berupa penyebaran hoax, defamation, hate speech, fake news, dan menumbuhkan kebencian.

Nah, syaratnya, FB Group yang ditutup itu harus selalu seimbang dari kedua kubu. Karena udah jelas, di media sosial bangsa ini terbelah dua. Jadi, selalu dicari momen, kl satu Group di tutup, maka harus dicari Group dari kubu lain yang ditutup juga. Fair. Group2 itu dihidupin lagi kalau pilpres udah berlalu 😀

Saya kira ini lumayan bisa mengurangi penyebaran hoax di FB. Soalnya, groupnya ya itu-itu aja, di semua kelompok dan kubu ada. Group yg baik tentu tidak menyebar hoax, defamation, hate speech dan fake news. Jadi harus dipertahankan.

Gimana kalau Facebook menolak?

Blokiiiirrr… Jangan kendor. Seperti sebelumnya pernah memblokir Telegram.

Gimana kalau masyarakat protes?

Bilang ke masyarakat, bahwa data mereka udah dicuri, udah siap dimanfaatkan oleh kelompok2 berdana besar yang bisa membeli jasa macam Cambridge Analytica. Dan mereka akan pasang targetted ads dan news yang bisa memecah belah masyarakat ketika user membuka FB.

Jadi demi menjaga kondusifitas bangsa ini, Facebook banyak mudharatnya, sehingga harus ditekan. Saya yakin publik akan mendukung.

Ayo, siapa yang tidak sepakat ngacung!

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: