Korban Jiwa Tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan Jadi 29 Orang

Kondisi Tanjung Lesung pada Ahad, 23 Desember 2018, setelah diterjang tsunami pada Sabtu malam (22/12). Foto: Mursid Widjajanarko.

Kondisi Tanjung Lesung pada Ahad, 23 Desember 2018, setelah diterjang tsunami pada Sabtu malam (22/12). Foto: Mursid Widjajanarko.

Sketsanews.com, Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Lampung Selatan mencatat sampai saat ini korban tewas akibat tsunami Selat Sunda terus bertambah, menjadi 29 orang. “Tadi baru 16 orang, ini ada tambahan laporan 13 orang lagi, tewas,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Selatan, I Ketut Sukerta, seperti dikutip dari Tempo, Ahad, 23 Desember 2018.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB merilis bencana gelombang pasang tinggi dan tsunami di Selat Sunda mengakibatkan puluhan korban jiwa serta ratusan orang luka-luka. Korban tersebar di Kabupaten Padenglang, Kabupaten Serang, dan Lampung Selatan.

Di Kabupaten Pandeglang, tsunami berdampak ke Kecamatan Carita, Panimbang, dan Sumur. Di kawasan itu bencana menyebabkan 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka, 43 rumah rusak berat, sembilan hotel rusak berat dan puluhan kendaraan rusak.

Tsunami juga menyebabkan tiga orang meninggal dunia, empat orang terluka dan dua orang hilang di Kabupaten Serang. Di daerah ini, tsunami menerjang kawasan permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita.

Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan. “Sementara itu, Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwonugroho.

Ribuan orang mengungsi akibat bencana ini. Sutopo mengatakan tsunami Selat Sunda tidak dipicu oleh gempa bumi. Sebab, kata dia, tidak ada aktivitas tektonik yang terdeteksi memicu tsunami.

(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: