KPK Terus Tagih Penuntasan Kasus Novel Baswedan

saut situmorang di yogyakarta. ©2017 Merdeka.com/purnomo edi

saut situmorang di yogyakarta. ©2017 Merdeka.com/purnomo edi

Sketsanews.com, Jakarta  —  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menagih penuntasan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Penyidik senior KPK diserang dengan disiram air keras sekitar enam bulan lalu dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda aparat akan mengungkap dalang penyerangan.

“Saya kan kemarin sudah ke sana, ke Singapura dan nanti tinggal menunggu proses selanjutnya karena selama ini beberapa orang kita sangka itu kan masih memiliki alibi yang kuat bahwa dia tidak terlibat di situ,” katanya Wakil Ketua KPK di sela acara ‘Ngamen Anti korupsi’, di pelataran parkir Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (14/10).

Seperti dilansir Antara, Saut menjelaskan saat ditanya mengenai upaya yang akan dilakukan KPK terhadap penanganan kasus Novel Baswedan yang sudah berlangsung selama enam bulan sejak terjadi penyiraman air keras.

Menurut dia, KPK memang harus tetap sabar menanti kepolisian menanti kepolisian mengungkap pelaku mau pun siapa dalang dibalik teror ini.

“Masih proses, dan saya termasuk yang punya perhatian khusus di dalam kasus ini,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan jika pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK belum ditemukan, maka menjadi ancaman bukan hanya untuk Novel Baswedan.

“Ini jadi ancaman bagi kita semua bukan hanya Novel. Karena itulah penting untuk menemukan pelaku penyerangan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (12/10).

Enam bulan kasusnya belum terungkap, Novel angkat suara. Dia berpesan kepada pimpinan dan pegawai KPK agar tidak kehilangan keberanian dalam mengungkap kasus korupsi. Korupsi adalah permasalahan sangat besar di negeri ini yang harus terus diperangi.

“Kepada semua pihak yang konsen dengan kasus ini kita semua tetap harus semangat, tetap harus berani untuk melawan korupsi,” jelas Novel saat melakukan video call dengan wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (11/10).

Novel Baswedan meminta polisi segera menangkap pelaku penyiraman. Dia berharap Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta untuk mengungkap dalang di balik kejadian yang menimpanya enam bulan lalu. Aksi penyerangan terhadapnya disebut sebagai aksi barbar yang mengancam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dia berterima kasih kepada semua pihak yang ikut mendukung dan memberinya semangat. Saat ini Novel masih berada di Singapura. Dalam waktu dekat dia akan menjalani operasi tahap dua untuk mata kirinya.

[As/Merdeka]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: