Kritikaan Saya Mengisi Ruang Kosong yang Tidak Diisi Negara

KRITIKAAN SAYA MENGISI RUANG KOSONG
YG TIDAK DIISI NEGARA

Oleh: Natalius Pigai

Sketsanews.com – Di Bali 2 orang sahabat saya Psikolog Reza Indragiri Amriel dan Kak Seto Mulyadi bertanya kepada saya. Bung Natalius Anda ini sangat kritis kepada Pemrintah. Semua kritikus sudah di tangkap dan ditahan dan dipenjarakan oleh Pemerintah Jokowi, namun Natalius tidak bisa disentu dan terlihat kebal hukum. Mengapa?

Jawaban saya sederhana dan apa adanya:

Saya bukan siapa2 di negeri ini, saya hanya ibarat anak ayam yang tumbuh kembang di belantara Jakarta. Karena itu saya punya resep yaitu basis KSA yang kuat yaitu Knowledge( pengetahuan) Skills (ketrampilan) dan Attitute (moralitas dan mental kepribadian):

1. K: Saya memiliki sertifikat pemantauan & penyelidikan bertaraf internasioanl.

2. S: Saya pernah memimpin sebuah lembaga penyelidik bergengsi di Komnas HAM, menangani 8 ribu kasus pertahun dan semua rekomendasi saya selalu terukur, tidak pernah dipersoalkan oleh para pihak atas surat saya.

3. A: Dari segi mentalitas dan moralitas , saya tidak pernah punya masalah kriminal, saya bukan koruptor, saya bukan penjahat kemanusiaan, saya bukan pecandu narkoba atau peminum. Saya lahir, tumbuh dan berkembang serta dibesarkan di tempat2 yang tepat. Salah satu contoh hasil penyelidikan BPK 2015/16 di Komnas HAM sampai di disclaimer, nama saya paling bersih dan sama sekali tidak tertulis dalam hasil penyelidikan BPK. Dan saya adalah satu komisioner Komnas yang tidak pernah diperiksa Bareskrim Mabes Polri.

4. Setiap kritikan atas dasar fakta dan saya selalu lampirkan dengan alat bukti. Contoh nyata tawaran jabatan jadi Dubes, Wakil Kepala BIN, Preskom BUMN, Dirjen dll. Nyatanya Pak Luhut, Pak Hendro tidak bisa banta karena benar adanya.

4. Kritikan saya bukan kepentingan pribadi saya tetapi bagi orang2 yang tidak ada hubungan dengan saya misalnya saya bekerja profesional tanpa pamrih demi umat muslim dan rakyat kecil yg teraniaya di negeri ini dan di Papua.

5. Kritikan saya secara substansial agar mengisi ruang2 kosong yang tidak di isi oleh negara.

Dengan demikian saya tidak pernah beri ruang Pemerintah untuk menemukan kesalahan atas semua kritikan.

( Natalius Pigai, Kritikus)

 

 

 

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: