Kroasia Pecat Pelatih Jelang Hadapi Inggris

(Foto: Twitter)
(Foto: Twitter)
(Foto: Twitter)

Sketsanews.com – Kroasia resmi memecat salah satu pelatihnya jelang babak semifinal Piala Dunia 2018 melawan Inggris pada Kamis (12/7) dini hari WIB.

Asisten pelatih, Ognjen Vukojevic telah dipecat oleh Federasi Sepak Bola (HNS) Kroasia karena merilis video bermuatan politik di media sosial menyusul kemenangan adu penalti atas Rusia.

Mantan pemain internasional Kroasia itu merekam video dengan pemain bertahan Domagoj Vida setelah pertandingan di mana kedua sosok itu mendedikasikan kemenangan Kroasia untuk Ukraina – tentu ini bermuatan politik lama di negara itu. Dimana konflik antara Rusia dan Ukraina berpusat di wilayah yang disengketakan di Crimea.

Dalam video yang diposting ke Facebook dan kemudian diunggah ke YouTube, Vida meneriakkan “Glory to Ukraine!”.

Sebuah nyanyian yang banyak digunakan selama revolusi 2014 yang mendorong presiden pro-Moskow Ukraina Viktor Yanukovych dari kekuasaan dan sejak diadopsi oleh kaum ultra-nasionalis Ukraina, sementara Vukojevic menambahkan: “Kemenangan ini untuk Dynamo [Kiev] dan Ukraina.”

Komentar mereka memicu reaksi di Rusia dan Vida mendapat peringatan oleh FIFA, tetapi Federasi Sepak Bola Kroasia kini telah menegaskan bahwa mereka telah memutuskan hubungan dengan Vukojevic atas masalah itu.

“Federasi Sepak Bola Kroasia dengan ini memberi tahu publik bahwa Ognjen Vukojevic telah dibebaskan dari tugasnya sebagai rekan staf pelatih tim nasional Kroasia dengan keputusan manajemen FA Kroasia, dan bahwa dia tidak akan lagi menjadi anggota delegasi Kroasia di Piala Dunia FIFA di Rusia,” ujar pernyataan resmi federasi.

“Federasi Sepakbola Kroasia (HNS) telah memutuskan untuk mencabut akreditasi tim Vukojevic di Piala Dunia FIFA dan untuk membebaskannya dari tugasnya sebagai pengamat untuk tim nasional Kroasia.

“HNS dengan ini meminta maaf kepada publik Rusia atas tindakan seorang anggota delegasi Kroasia. Ognjen Vukojevic dan Domagoj Vida juga meminta maaf atas pernyataan mereka, yang sama sekali tidak dimaksudkan untuk memiliki konotasi politik, namun sayangnya meninggalkan ruang untuk interpretasi tersebut.”

Tahun lalu Vukojevic ditunjuk sebagai pemandu bakat oleh Dynamo Kiev, klub tempat Vida menghabiskan lima tahun sebelum bergabung dengan raksasa Turki Besiktas pada bulan Januari. Setelah menerima peringatan resminya dari FIFA, Vida dikutip oleh koran Rusia Sport Express yang mengatakan: “Tidak ada politik dalam sepakbola. Ini lelucon bagi teman-teman saya dari Dynamo Kiev. Saya suka orang Rusia dan saya suka orang Ukraina.”

Sebelumnya di Piala Dunia, Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka didenda masing-masing 7600 pound karena merayakan kemenangan 2-1 Swiss atas Serbia dengan membuat bentuk elang dengan tangan mereka – sebuah gerakan yang dikaitkan dengan nasionalis Albania. (wal/bolalob)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: