Kronologi Tembak Mati Gembong Narkoba Sidoarjo

surya.co.id/mohammad romadoni Kondisi jenazah pengedar narkoba Yoyok warga Sidoarjo di kamar mayat RS Bhayangkara Surabaya.

surya.co.id/mohammad romadoni
Kondisi jenazah pengedar narkoba Yoyok warga Sidoarjo di kamar mayat RS Bhayangkara Surabaya.

Sketsanews.com, Surabaya –  Anggota Ditresnarkoba Polda Jatim menembak mati jaringan gembong pengedar narkoba bernama Yoyok Priyatno (34) warga Jl Mangkurejo Desa Kwangsan Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Tersangka tewas karena melakukan perlawanan hingga berupaya melarikan diri saat dikeler menunjukkan lokasi transaksi narkoba di kawasan Madura, Minggu (10/3/2019) malam.

Wadir Reserse Narkoba Polda Jatim, AKBP Teddy Suhendiawan Syarif menjelaskan, tersangka merupakan jaringan pengedar narkoba di Jakarta.

Dia memperoleh narkoba itu dari Mr Kim di Jakarta untuk diedarkan di Jawa Timur.

“Pada saat kita melakukan pengembangan jaringan Madura tersangka melarikan diri karena itulah kami terpaksa mengambil tindakan tegas,” ungkapnya saat press release di kamar Jenazah RS Bhayangkara Surabaya, Senin (11/3/2019).

Adapun kronologi proses penangkapan tersangka dimulai dari informasi adanya pengiriman narkoba dari Bandar inisial SH di Malaysia.

Barang terlarang itu dikirim dari Malaysia diterima oleh Mr Kim (DPO) di Jakarta yang rencanakan akan dikirim melalui jalur darat ke Surabaya.

Tersangka Yoyok Priyatno dihubungi jaringan pengedar narkoba inisial EVO di Madura untuk mengambil sabu-sabu di Jakarta.

Tersangka berangkat ke Jakarta menggunakan transportasi pesawat Lion Air yang take off di Bandara Juanda, Kamis (7/3/2019) lukul 08. 35 WIB.

Sesampainya di Jakarta tersangka menghubungi Evo yang sudah memintanya menginap di kamar 211 Hotel Alexander Jl Antara Jakarta Pusat.

Tersangka mengambil narkoba dari Mr Kim di Warung Tegal (Warteg) kawasan Pasar Baru tidak jauh dari penginapannya.

Dia menerima koper warna hitam merek Hush Puppies dari Mr Kim.

“Tersangka memperoleh satu koper berisi lima bungkus sabu-sabu seberat Rp 5 kilogram,” ujar Wadir Reserse Narkoba Polda Jatim, AKBP Teddy Suhendiawan Syarif.

Teddy memaparkan tersangka diberi uang Rp 2 juta oleh Mr Kim untuk biaya akomodasi ke Jawa Timur.

Tersangka Yoyok membawa narkoba itu dengan menumpang angkutan umum bus Antar Jaya di terminal Lebak Bulus, Sabtu (9/3/2019) pukul 16. 00 WIB.

Anggota Ditresnarkoba Polda Jatim memakai mobil mengikuti busa yang ditumpangi tersangka.
Pihak kepolisian menangkap tersangka saat bus berhenti di SPBU Kebomas Gresik.

“Kami menangkap tersangka beserta barang bukto satu koper berisi lima bungkus plastik sabu-sabu seberat 5 kg diperkirakan senilai Rp 5 miliar,” jelasnya.

Masih kata Teddy, tersangka mengaku jika barang terlarang itu sudah sampai ke tangan penerima di Surabaya maka ia memperoleh imbalan dari pengiriman narkoba itu senilai Rp 30 juta per kilogram.

Itu berarti tersangka mendapat uang Rp 150 juta.

“Tersangka akan menyerahkan narkoba itu ke Evo di Stasiun Gubeng tapi yang bersangkutan tidak datang,” ucapnya.

Selanjutnya, tersangka dikeler untuk menunjukkan lokasi transaksi narkoba di Kecamatan Labang Bangkalan Madura.

Saat itulah tersangka berupaya melarikan diri.

Pihak Kepolisian sudah melakukan tembakan ke atas tiga kali sebagai peringatan namun tidak digubris tersangka.

Polisi melakukan tindakan tegas dan terukur menembam tersangka yang saat itu melarikan diri dalam kondisi gelap diantara rimbunnya semak-semak.

“Tersangka meninggal dibawa ke kamar jenazah RS Bhayangkara Surabaya,” pungkas Teddy,seperti dikutip dari Surya.co.id.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: