Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, Internasional, News, Tekno-Sains Lagi Tren, Kampus Sewakan Tempat Tidur Kapsul bagi yang Kelelahan Belajar

Lagi Tren, Kampus Sewakan Tempat Tidur Kapsul bagi yang Kelelahan Belajar

Nap Pods atau Ruang Khusus Tidur bagi Mahasiswa (Foto: Business Insider)

Sketsanews.com, Jakarta – Setelah Singapore Management University (SMU) membuat ruangan khusus untuk tidur (Nap Pods), sehingga siswa dapat belajar semalaman. Kini giliran Nanyang Technological University (NTU) yang membuat hal serupa.

Dilansir oleh Okezone dari Business Insider, Kamis (13/9/2018), The Straits Times melaporkan bahwa mahasiswa di Nanyang Technological University (NTU) berebut untuk memesan nap pods yang berada di perpustakaan.

Nap pods ini dipasang sebagai usaha bisnis oleh Tim Mahasiswa NTU yang mengambil jurusan di bidang kewirausahaan. Nap pods mereka diberi nama Cokun.

Kampus mendanai pembuatan ruang khusus untuk istirahat ini sebesar 15.000 dolar Singapura atau Rp162 juta (Rp10.800 per dolar Singapura). Diharapkan bisnis ini bisa diperluas sehingga melayani sekolah dan kantor.

Pembuat Cokun Bill Pung mengatakan, bahwa layanannya diharapkan dapat membantu mahasiswa mengatasi kekurangan tidur mereka, hal itu dikarenakan keluhan umum di universitas akibat jam belajar yang terlalu panjang. Bahkan, nap pods adalah salah satu layanan yang diminta oleh para mahasiswa.

Siswa yang ingin tidur di dalam pod harus memesan terlebih dahulu loket khusus di perpustakaan sekolah. Pasalnya, jika langsung ingin tidur biasanya sudah penuh, dikutip dari

Pod tersebut memiliki aturan, pengguna hanya dapat tidur selama maksimal 30 menit atau cukup untuk tidur siang. Hanya satu orang yang dapat tidur siang dalam satu waktu dan tidak diperbolehkan makan di dalam ruangan.

Penggunaan pod akan dipantau selama dua bulan, sebelum universitas memutuskan untuk menyediakannya secara permanen. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: