Lanud Abdulrachman Saleh Temukan 50 Ribu Butir Pil Terlarang

Sebanyak 50 ribu butir Pil dobel L diamankan Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Kamis, 6/12/2018. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Sebanyak 50 ribu butir pil terlarang berhasil diamankan di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Kamis, 6/12/2018.

Mulanya, Pil jenis dobel L itu lolos dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta namun berkat kejelian petugas di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, pil terlarang itu berhasil diamankan.

Komandan Landasan Udara Abdulrachman Saleh Malang, Marsma TNI Andi Wijaya S.Sos melalui Kadisops Lanud, Kolonel (Pnb) Reza Sastranegara, menjelaskan, bahwa Pil dobel L atau pil Koplo itu terendus petugas bandara karena ada yang ditemukannya ceceran Pil terlarang di dalam bagasi pesawat Cytilink.

“Saat didapati ada benda tercecer sejenis Pil, maka petugas bandara yang sebagiannya merupakan anggota TNI AU maka segera melakukan pengecekan. Ternyata benar, ada paket yang berisi 50 ribu butir pil Koplo”, beber Kadisops Lanud, Kolonel (Pnb) Reza Sastranegara, Kamis (6/12) sore.

(Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Kadisops menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, didapati satu dos berisi 50 bungkus yang masing-masing tertulis seribu butir dengan kemasan bertuliskan Vitamin B1 50 mg yang digunakam sebagai modus dalam pengiriman.

“Begitu ditemukan maka kita langaung berkoordinasi dengan Polisi Militer AU kemudian kita teruskan ke Polres Malang Kota serta BNN Kota Malang”, ujar Reza.

Dijelaskan, pihaknya terus mendalami terkait lolosnya barang terlarang itu dari Bandara Halim. Ia mengaku terus berkoordinasi dengan pihak Bandara Halim.

(Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Lebih lanjut Kadisops Lanud Abdulrachman Saleh, Kolonel (Pnb) Reza Sastranegara menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain-main dengan barang terlarang.

Hingga berita ini ditulis, sejumlah pil terlarang itu masih diamankan di Lanud Abdulrachman Saleh Malang dan akan segera diserahkan kepada Kepolisian Polres Malang Kota guna penyelidikan lebih lanjut. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: