Liga Arab Kutuk Persetujuan UU “Negara Yahudi” oleh Israel

Arsip foto. Bendera Israel berkibar di sebuah bukit dekat pemukiman Yahudi Elazar di Tepi Barat, dekat Bethlehem. (REUTERS/Ronen Zvulun)

Arsip foto. Bendera Israel berkibar di sebuah bukit dekat pemukiman Yahudi Elazar di Tepi Barat, dekat Bethlehem. (REUTERS/Ronen Zvulun)

Sketsanews.com, Kairo – Liga Arab pada Kamis (19/7) mengutuk Parlemen Israel karena mensahkan rancangan undangundang
yang menetapkan negeri itu sebagai Negara Bangsa Yahudi.

“Semua rancangan undang-undang yang Israel berusaha berlakukan secara paksa batal dan
takkan memberi keabsahan buat pendudukan Israel,” kata Liga Arab di dalam satu pernyataan,
sebagaimana yang dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat pagi.

Disetujuinya rancangan undang-undang kontroversial tersebut adalah upaya lain untuk
mengukuhkan pendudukan wilayah Palestina dan menjauh dari mengakui hak asasi rakyat
Palestina,” tambah pernyataan itu.

Undang-undang tersebut, yang disetujui dengan 62 suara berbanding 55 suara, membuat Bahasa
Yahudi sebagai bahasa nasional negeri itu dan menetapkan masyarakat Yahudi sebagai
kepentingan nasional.

Undang-undang itu juga akan memasukkan pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Negara Israel
serta Bahasa Yahudi sebagai bahasa resmi. Undang-undang tersebut juga memberi Diaspora
Yahudi hak untuk pulang ke Israel.

Rancangan undang-undang itu mencabut status Bahasa Arab sebagai bahasa resmi,
berdampingan dengan Bahasa Yahudi di Israel.

Para pejabat dari Organisasi Pembebasan Palestina menyebut undang-undang tersebut “rasis”
dan mengatakan undang-undang itu mensahkan “apartheid”.

Badan pan-Arab tersebut memperingatkan rancangan undang-undang itu akan menyulut
diskriminasi dan lebih banyak serangan terhadap orang Palestina di dalam garis hijau.

Liga Arab mendesak masyarakat internasional memikul tanggung-jawab ke arah rakyat Palestina
dan menganggapnya bertanggung-jawab atas semua kejahatan dan pelanggaran terhadap rakyat
Palestina.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: