Lihat Potensi Retribusi, Wali Kota Malang Sidak Titik Parkir

Parkir di kawasan Mall Olompic Garden (MOG) Kota Malang

Parkir di kawasan Mall Olompic Garden (MOG) Kota Malang.

Sketsanews.com, Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, melakukan sidak pada beberapa titik parkir di kawasan Mall Olympic Garden (MOG) dan Malang Town Square (Matos), Senin (11/3) sore.

Hal ini dilakukan untuk melihat langsung bagaimana potensi dari retribusi parkir yang ada di Kota Malang.

Pantauan Sketsanews.com di lokasi, Sutiaji memantau langsung empat titik parkir seperti parkir sepeda motor di sebelah barat mall, parkiran di kawasan PKK, hingga di luar Stadion Gajayana.

Ia mengatakan, dari hasil uji petik dua kawasan itu potensi retribusi parkir masih memiliki potensi lebih besar. Hasil sidak Walikota menyebut dari empat titik di kawasan MOG, retribusi parkir cukup signifikan hingga mencapai Rp 30 juta perbulan.

“Ada yang penghasilannya 4 juta perbulan, ada yang Rp. 2 juta perbulan dan ada yang Rp 2 juta per minggu,” kata Sutiaji kepada Sketsanews.com.

Pemerintah Kota Malang saat ini tengah berupaya untuk menata tata kelola manajerial parkir dengan baik sehingga tidak ada kebocoran retribusi di masa mendatang.

Apalagi, Pemerintah Kota Malang telah menjalin kerjasama dengan divisi pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya menekan angka kebocoran retribusi dan meningkatkan pendapatan daerah.

“Kedepan kita akan cari manajemen yang bagus tidak menelantarkan teman-teman jukir dan mereka yang parkir juga nyaman,” ungkap Sutiaji.

Bukan itu saja, Pemkot Malang dalam waktu dekat juga akan melakukan survei potensi pendapatan retribusi dari parkir. Sehingga dapat diketahui dengan riil berapa penghasilan sebenarnya dari sektor tersebut yang berpotensi.

“Sudah ada laporan berapa titik parkir yang masuk ke kami. Se-Kota Malang ada sekitar 800 titik,” ucap Sutiaji.

Ditanya soal wacana pengelolaan parkir yang akan ditangani oleh Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD), Sutiaji menegaskan saat ini masih menunggu aturan perundangan terbaru. Rencananya, daerah akan memiliki badan untuk usaha bernama RPH dan Unit Usaha Lainnya.

“Parkir nantinya akan ditangani dalam satu unit tersendiri. Dengan begitu, maka pemerintah bisa merekrut tenaga untuk melakukan pengelolaan dan manajerial perparkiran sehingga mampu mendongkrak potensi pendapatan daerah,” pungkas Walikota Malang. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: