Limbah Padat Misterius Resahkan Warga Perbatasan Sragen-Grobogan

Sketsanews.com SRAGEN — Warga Dukuh Sendangrejo RT 012B, Desa Ngrombo, Tangen, di perbatasan Sragen dan Grobogan, mengeluhkan bau tidak sedap dari limbah padat yang tak diketahui dari mana asalnya.

 Seorang warga berjalan kaki melintas di dekat tumpukan sak berisi limbah padat di pinggir jalan Ngrombo-Paker di perbatasan Sragen-Grobogan, Selasa (10/12/2019). (Solopos/Tri Rahayu) 2019Seorang warga berjalan kaki melintas di dekat tumpukan sak berisi limbah padat di pinggir jalan Ngrombo-Paker di perbatasan Sragen-Grobogan, Selasa (10/12/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

 

Limbah itu dibuang di wilayah Perhutani, Paker, Kabupaten Grobogan, dalam beberapa hari terakhir. Warga tidak nyaman dengan bau busuk dari limbah itu sampai ada yang mengeluh pusing-pusing dan mual.

Salah seorang warga Sendangrejo, Ngrombo, Ny. Cipto Wiyono, 70, mengatakan bau limbah padat itu mengganggu warga karena bau busuknya sangat menyengat.

Dia mengatakan warga satu RT di Sendangrejo terkena dampaknya. Dia mengungkapkan bau busuk itu tercium saat siang hari hingga sore hari.

“Saya tidak tahu siapa yang membuang. Kalau pas anginnya kencang baunya luar biasa. Katanya ada empat truk besar yang membuang limbah itu tengah malam. Truk-truk itu dari arah Sragen. Kenapa buangnya ke wilayah sini? Saat buang itu tidak ada yang tahu,” ujarnya.

 

Warga lainnya, Wagiyem, 45, juga resah dengan bau busuk itu. Dia menjelaskan awalnya warga mengira ada bangkai di sekitar rumah. Setelah dicari ternyata sumber bau itu ada di tumpukan limbah padat yang sebagian terbungkus sak berukuran besar di dekat jalan Tangen-Kuwu Grobogan.

Limbah itu seperti tanah berwarna hitam yang dikerumuni lalat. Ada empat tumpukan di pinggir jalan Ngrombo-Paker.

“Warga Sendangrejo yang paling terkena dampaknya karena paling dekat dengan lokasi pembuangan limbah itu. Kalau malam tidak begitu menyengat baunya karena semua pintu dan jendela rumah tertutup. Yang tahu ada truk yang masuk ke jalan arah Paker itu pemilik warung di dekat lokasi pembuangan limbah itu,” katanya.

Warga lainnya, Anis, 27, mengatakan banyak warga yang pusing-pusing dan mual karena bau busuk itu. “Baunya itu bikin mendem [mual] warga Sendangrejo. Sampai sekarang belum ada solusi karena tidak tahu yang membuang siapa,” ujarnya.

 

Beberapa warga di Tangen kota sempat melihat ada empat dump truck berukuran besar melintas ke arah Grobogan secara bersama-sama pada Minggu (8/12/2019) sekitar pukul 01.30 WIB.

Camat Tangen, Sragen, Purwosantoso, mengecek lokasi limbah itu di wilayah Grobogan tetapi berdampak kepada warga di wilayah Ngrombo, Tangen, Sragen.

“Saya baru tahu Senin [9/12/2019] lalu dari sukarelawan. Kami segera berkoordinasi dengan pihak terkait. Kami segera berkirim surat kepada Bupati dengan tembusan ke Dinas Lingkungan Hidup [DLH]. Lokasi pembuangannya di lahan Perhutani wilayah Grobogan tetapi dampaknya di wilayah Ngrombo, Tangen,” katanya.

 

Para warga pun diminta mengamati ketika ada truk yang mencurigakan dan langsung menghubungi Polsek Tangen untuk penangkapan. Dari laporan warga Ngrombo, Purwosantoso menyebut yang terkena dampak bau tidak sedap ada 20 rumah atau sekitar 100 jiwa.

“Mestinya nanti dari DLH Sragen berkoordinasi dengan DLH Grobogan,” ujarnya.

Sumber : solopos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: