Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Mahasiswa Brawijaya Sulap Kulit Kopi Jadi Pakan Ternak

Mahasiswa Brawijaya Sulap Kulit Kopi Jadi Pakan Ternak

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang menjadi Kelompok Pengabdian Masyarakat di Desa Ringin Kembar, Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Kulit kopi yang selama ini tidak bermanfaat, kini bisa dijadikan produk baru yang lebih bernilai. Hal ini dibuktikan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya Malang di Desa Ringin Kembar.

Ini merupakan desa yang berada di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Produk pakan ternak ini merupakan olahan dari limbah kulit kopi yang dimanfaatkan secara maksimal.

Bermula dari pembiaran limbah kulit kopi yang ada di Desa Ringin Kembar yang dilakukan oleh masyarakat.

Virgiawan bersama dengan empat rekanan lainnya yakni Jimly, Ina, Rofiah, Ainur, yang merupakan pelaksana program pengabdian masyarakat dari Universitas Brawijaya Malang. Kelompok inilah yang menemukan produk terbaru dari limbah kulit kopi.

Virgiawan, kepada Sketsanews.com mengungkapkan, bahwa Desa Ringin kembar yang merupakan salah satu desa perkebunan kopi. Sebanyak 70% warga Desa berprofesi sebaga petani yang rata-rata menghasilkan 640 kwintal kopi tiap tahunnya.

Pakan ternak dan kompos, hasil olahan dari limbah kulit kopi yang siap jual. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

“Jadi kami memanfaatkan limbah kulit kopi dari masyarakat ini agar masyarakat desa Ringin Kembar ini lebih peduli terhadap lingkungan dan memiliki produitifitas yang memiliki nila jual”, kata Virgiawan kepada Sketsanews.com, Senin, 9/7/2018.

Dengan adanya limbah kulit kopi yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, maka Virgiawan bersama dengan keempat rekannya membuat program Ow Coffe. Suatu program yang dirancang untuk memberdayakan masyarakat desa Ringin Kembar.

Mahasiswa Fakultas Peternakan itu menjelaskan, bahwa proses pembuatannya pun sangat mudah, limbah kulit kopi di amoniasi terlebih dahulu selama 2-4 minggu, setelah diamoniasi limbah kulit kopi di keringkan, sehabis dikeringkan limbah kulit kopi di haluskan menggunakan diskmill.

“Kemudian kulit kopi itu dicampur dedak dan kanji ditambah air secukupnya dengan perbandingan 2:1:6”, terang Virgiawan.

(Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Ia menambahkan, bahwa setelah tercampur rata, kemudian adonan tersebut dicetak dengan menggunakan alat cetakan.

“Selesai dicetak, maka adonan itu diangin-anginkan, pelet dari limbah kulit kopi dikemas dan siap dipasarkan”, imbuh mahasiswa Brawijaya tersebut.

Tak hanya itu, mahasiswa semester empat itu juga mengaku, bahwa limbah kulit kopi yang semula tidak bermanfaat juga bisa dijadikan pruduk yang lebih bernilai yakni Bio-PTK yaitu Biogas, Pakan Ternak dan Kompos.

Lebih lanjut, kelompok pengabdian itu berharap, bahwa dengan adanya penemuan itu bisa meningkatkan perekonomian di Desa Ringin Kembar.
(Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: