Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Pendidikan Mahasiswa IAIN Salatiga Demo Tolak Pungutan Selain UKT

Mahasiswa IAIN Salatiga Demo Tolak Pungutan Selain UKT

Mahasiswa IAIN Salatiga berdemo menuntut penghapusan pungutan uang pangkal di Kampus III IAIN JLS Salatiga (Foto: suaramerdeka)

Sketsanews.com, Salatiga – Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menggelar demo menolak adanya pungutan uang pakal dan biaya lainnya, yang ditarik dari mahasiwa di luar uang kuliah tunggal (UKT). Kebijakan pungutan uang pangkal di luar UKT tersebut, dinilai mahasiswa sangat memberatkan. Penarikan uang pangkal tersebut terkait kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa.

Aksi demo mahasiswa berlangsung, Senin siang secara tertutup, di Rektorat IAIN Salatiga atau Kampus III IAIN Jalan Lingkar Selatan Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Mereka mendatangi pihak Rektorat.

”Tujuan aksi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa IAIN Salatiga, yakni mendesak pihak institut (Rektorat) untuk program kuliah Kerja Lapangan (KKL) menggunakan anggaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Tanpa ada tarikan biaya lainnya. Rektorat diminta melibatkan mahasiswa dalam persiapan pelaksanaan program tersebut,” kata salah satu mahasiswa.

Dalam aksinya mahasiswa mendatangi Gedung KH Hasyim Asyari, tempat Rektor Dr Rahmat Hariyadi MPd berada. Para mahasiswa datang membawa spanduk penolakan. Aksi mereka berlangsung tertib. Mereka juga telah menyiapkan nota kesepakatan bersama dan meminta agar Rektor Rahmat Hariyadi menandatanganinya.

Nota kesepakatan itu akhirnya ditandatangi rektor sebagai pihak pertama, lalu ditandatangani Ketua Senat Mahasiswa Alif Nurul Mubarok (pihak kedua), dan Ketua Dewan Mahasiswa Rangga Adjimas Santoso (pihak ketiga).

Tuntutan

Dengan adanya Nota Kesepakatan ini mahasiswa menuntut, pertama, Rektor IAIN Salatiga menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang pelarangan pemungutan uang pangkal dan pemungutan lain selain Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari mahasiswa yang dibenarkan oleh Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomer 157 Tahun 2017 tentang Uang Kuliah Tunggal Pada Perguruan Tinggi Kegamaan Negeri di Kementerian Agama Tahun Akademik 2017 – 2018 Bagian Keenam.

Kedua, poin 1 harus terpenuhi dalam waktu 2 X 24 Jam sejak nota kesepakatan ini ditandatangani. Ketiga, apabila poin 2 tidak terpenuhi maka kami akan melakukan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Khusein, ketika dihubungi mengatakan dia tidak mengetahui proses penyelesaikan aksi mahasiswa, karena berada di luar kota. Jumadi, dari staf rektorat menjelaskan, aksi rektorat itu buka demo tetapi audiensi.

”Sebenarnya cuma masalah teknis saja. Sudah ada ksepakatan dengan para mahasiswa. Alhamdulillah sudah selesai,” kata Jumadi seperti dikutip dari Suaramerdeka.
(Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: