Mahasiswa UB Ciptakan Pembangkit Listrik dari Air Buangan

(Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Wasted Hydropower (WAPO) karya mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang kembali menciptakan inovasi baru berupa Wasted Hydropower (WAPO) sebagai alat pembangkit listrik dengan pemanfaatan air buangan.

Sebelumnya, tiga mahasiswa atas nama Muhammad Syukri, Abdul Jalil, Ariq Kusuma Wardana dan Mochammad Muchlis Triwahyudi berhasil menjuarai Lomba Gagasan dan Rancangan Kreatif (LoGrak) 2018 yang bertemakan “Internet of Thing (IoT) dan Renewable Energy Technolgy dalam Era Revolusi Industri 4.0”.

Kepada Sketsanews.com, Muhammad Syukri menjelaskan, bahwa pada gedung bertingkat pasti ada air buangan yang hanya dialirkan begitu saja ke saluran pembuangan tanpa dimanfaatkan.

“Dari situ, kami mempunyai ide untuk memanfaatkan air buangan tersebut untuk menghasilkan energi listrik dengan menggunakan WAPO. Dengan alat ini, kami mengkonversi energi potensial yang ada untuk menjadi energi listrik, dengan menambahkan sebuah kincir pada pipa saluran pembuangan,” kata Syukri, Jum’at (14/12/2018).

Baca juga: Dosen UB Temukan Alat Rekam Medis Berbasis IoT

Ia menjelaskan, dengan adanya energi potesial dari air buangan itu maka akan dikonversi menjadi energi mekanik berupa putaran pada generator DC yang kemudian menghasilkan daya listrik dan langsung tersimpan pada aki atau baterai.

Muhammad Syukri, Abdul Jalil, Ariq Kusuma Wardana dan Mochammad Muchlis Triwahyudi saat memperagakan WAPO. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

“Daya listrik yang dihasilkan, kami menganalisisnya menggunakan gedung yang ada di Jakarta dengan ketinggian tujuh lantai atau setara 24 meter. Gedung tersebut setiap hari menghasilkan air buangan sebesar 0,0012 meter kubik per detik,” katanya.

Baca juga: Tak Direspon, HMI Kota Malang Duduki Gedung DPRD

Syukri menilai, ketinggian dan debit yang dihasilkan dari gedung itu bisa mendapatkan daya output dengan persamaan massa jenis air dikalikan percepatan gravitasi dikalikan debit airnya dan ketinggiannya, sehingga didapatkan daya sebesar 281,4 watt untuk satu unit alat WAPO.

“Daya sebesar itu sudah mampu digunakan untuk beberapa ruangan yang ada di degung. Namun, daya yang dihasilkan tersebut masih menggunakan asumsi jika efisiensinya 100 persen”, terang Syukri.

Lebih lanjut, mahasiswa Fakultas Teknik itu mengatakan, untuk membuat satu unit prototype WAPO tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak. Hanya dengan Rp. 100 ribu sudah bisa menciptakan WAPO dengan waktu pengerjaan selama dua hari. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: