Sketsa News
Home News Main di Jembatan Suroboyo, dua Jari Raja Putus

Main di Jembatan Suroboyo, dua Jari Raja Putus

Sketsanews.com – Jembatan  Suroboyo menelan korban. Raja yang bermain dipagar jembatan yang indah dan baru diresmikan menjadi cacat jari kelingking dan jari manis tangan kirinya putus, tersangkut pagar pembatas di luar Jembatan Suroboyo.

Raja-Ghyatsa-anak-Neki-Roma-dua-jari-putus-jembatan-suroboyo-imageby-detik
Raja Ghyatsa Fahrullah Ramadan (5) anak Neki Roma Syahputra, putus dua jari tangannya tersangkut pagar pembatas di luar Jembatan Suroboyo. | Foto: Zaenal Effendi/detikcom

Kronologis terputusnya dua jari Raja Ghyatsa Fahrullah Ramadan (5)  yang harus dirawat di rumah sakit karena jarinya terjepit di pagar Jembatan Suroboyo.

Saat kejadian berlangsung, ayah Raja, Neki Roma Syahputra ternyata sedang asyik bermain facebook.

“Saya akui saya lalai, saat itu saya sedang menanyakan di facebook E100 dan sapawarga bertanya, kapan air mancurnya bermain. Kemudian dapat jawaban kalau jam mainnya jam 8 malam,” cerita Neki menahan tangis di RSU dr Mohamad Soewandi, Senin (11/6/2016) malam.

Usai mendapat jawaban di facebook, ia mengajak Raja yang sedang menaiki pagar. Tiba-tiba anaknya menunjukkan jari kelingking dan jari manis tangan kirinya putus tersangkut pagar pembatas di luar Jembatan Suroboyo.

“Tidak berpikir panjang saya langsung ambil kain gendongan anak saya yang kedua kemudian saya bawa ke rumah sakit,” imbuhnya.

Raja langsung dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan. Pemkot Surabaya menanggung semua biaya pengobatan bocah nahas itu.

Tidak hanya seluruh biaya pengobatan Raja yang ditanggung Pemerintah Kota Surabaya, Neki Roma Syahputra, ayah Raja diterima kerja sebagai tenaga honorer di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran Kota Surabaya setelah dipecat dari salah satu bank swasta.

“Sekarang sampean tidak usah sedih. Semuanya sudah kami tanggung (Pemkot),” kata Humas Pemkot Surabaya, M Fikser pada Neki ayah korban di RSU dr Mohamad Soewandi.

Fikser juga mengatakan pada Neki, ayah Raja akan dipekerjakan sebagai tenaga honorer di Pemkot Surabaya. “Sampean urus dulu anak sampean sampai sehat, setelah selesai masukkan lamaran biar nanti bisa kerja di THP Kenjeran,” imbuh Fikser.

Neki pun tidak bisa menahan tangis dan mengucapkan terima kasih pada Pemkot Surabaya yang sudah membantu banyak pada keluarganya. “Saya terima kasih telah dibantu,” sambil mengusap air matanya yang tidak sanggup ditahan. (ze/Hbb/Detik)

 

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: