Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Malaria yang Menjangkiti Korban Gempa Lombok Makin Meluas

Malaria yang Menjangkiti Korban Gempa Lombok Makin Meluas

Warga pengungsi gempa Lombok memasang kelambu agar terhindar dari gigitan nyamuk malaria(Kompas.com/fitri)
Warga pengungsi gempa Lombok memasang kelambu agar terhindar dari gigitan nyamuk malaria(Kompas.com/fitri)

Sketsanews.com, Mataram – Pengungsi yang terjangkit malaria di Kabupaten Lombok Barat, semakin meluas.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar, H. Rahman Sahnan Putra menyebutkan,Malaria tidak hanya menjangkiti Desa Bukit Tinggi dan Desa Mekar Sari di Kecamatan Gunung Sari. Di luar itu, 10 desa lain di kecamatan yang sama jumlah warga yang terjangkit malaria bertambah.

“Data Dinas Kesehatan Lombok Barat, sementara ini tercatat sebanyak 103 warga, 5 di antaranya dirawat inap karena harus menjalani perawatan intensif,” kata Rahman, Sabtu (9/9/2018), seperti dikutip dari kompas.

“Malaria ini juga telah menjangkiti anak anak dan perempuan hamil. Ini kondisi yang harus ditangani secara serius,“ lanjutnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Penimbung, H Lalu Wirawan mengatakan, dari 1.500 orang pengungsi yang diperiksa darahnya, 93 orang di antaranya positif malaria.

“Ini sudah kita lakukan penanganan terhadap yang yang positif terjangkut malaria, mereka garus minum obat dan menjaga kebersihan lingkungan meskipun di tenda pengungsian,” kata Wirawan.

Dikatakan juga, bahwa penanganan warga yang terjangkit malaria sementara ini di tenda tenda pengungsian. Hal ini karena kondisi di puskesmas tidak memungkinkan akibat rsak karena gempa.

“ Jika pasien yang harus dirawat intensif langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Tripad Lombok Barat,” katanya.

Menyikapi wabah malaria, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantu memberikan 135 kelambu. Meskipun masih sangat tapi masih sangat kurang,

Dari pemetaan Dinas Kesehatan Lombok Barat, setidaknya warga membutuhkan 10.000 kelambu untuk membantu para pengungsi.

“ Karena itu kami di Puskesmas telah meminta semua pihak, terutama masyarakat pengungsi bersama aparat desa untuk segera melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).” Kata Wirawan. (wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: