Mangkir dari Panggilan Bawaslu, Andi Arief Bakal Dipolisikan

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai pertemuan dengan petinggi Partai Demokrat di kediaman SBY, Jakarta, Jumat (10/8). Andi Arief menyatakan bahwa Partai Demokrat tidak mendukung koalisi Partai Gerindra karena Partai Demokrat merasa dikhianati oleh koalisi partai pimpinan Prabowo dengan mengusung Sandiaga Uno sebagai Cawapres. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/18.

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai pertemuan dengan petinggi Partai Demokrat di kediaman SBY, Jakarta, Jumat (10/8). Andi Arief menyatakan bahwa Partai Demokrat tidak mendukung koalisi Partai Gerindra karena Partai Demokrat merasa dikhianati oleh koalisi partai pimpinan Prabowo dengan mengusung Sandiaga Uno sebagai Cawapres. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/18.

Sketsanews.com, Jakarta – Aktivis 98 yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) berencana melaporkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief ke Bareskrim Mabes Polri. Pasalnya, Andi Arief diduga melakukan pembohongan publik dengan menyampaikan adanya mahar politik yang dilakukan Sandiaga Uno sebesar Rp 1 triliun ke PAN dan PKS.

Hal ini disampaikan Wasekjen Jari 98 Tirtayasa menanggapi mangkirnya Andi Arief dari panggilan Bawaslu dalam proses penanganan laporan dugaan mahar politik tersebut.

“Makanya biar jelas siapa yang bohong, kalau Andi Arief bohong maka dia masuk, kalau Andi benar maka Sandi yang masuk,” ujar Tirtayasa dalam diskusi publik dan konsolidasi bertema “Makin Dilarang, Makin Nantang! #2019GantiPresiden Menggila Hingga Tanah Suci: Untung atau Buntung?” di UP2YU Cafe and Resto Cikini Menteng Jakarta Pusat, Jumat (31/8).

Melansir dari Beritasatu, bahwa pada kesempatan itu, Tirtayasa mengatakan bahwa Jari 98 sepakat menolak bakal capres dari kalangan militer di Pilpres 2019. Dia pun mengamini bahwa ada kelompok yang menggaungkan #2019TolakJenderalKardus.

“Jari 98 komitmen tolak capres dari kalangan militer. Apa pun sebutannya, kita tetap tolak capres militer,” tegasnya. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: