Mengenal Bangkit, Program Baru Google untuk Latih Developer Indonesia

Sketsanews.com – Google for Indonesia (Google4ID) digelar hari ini, Rabu (20/11). Pada acara kali keempat tersebut, Google mengumumkan program dan produk baru yang diklaim akan membantu orang Indonesia ‘maju sama-sama’ serta mengoptimalkan manfaat internet terbuka.

Salah satunya melalui Bangkit. Bangkit adalah sebuah program pelatihan yang sangat selektif selama enam bulan untuk membantu membangun sumber daya manusia (SDM) developer yang andal. Seperti Google Developers Kejar dan Digital Talent Scholarships. Hal tersebut guna meningkatkan keterampilan digital dan memanfaatkan inisiatif yang ada untuk melatih bakat-bakat teknologi Indonesia.

Program gratis ini akan dimulai Januari 2020 mendatang. Namun untuk pendaftarannya sudah dibuka mulai hari ini, Rabu (20/11) di g.co/bangkit.

Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf mengatakan, program Bangkit didesain bersama Gojek, Tokopedia, dan Traveloka. Melalui program tersebut, mereka melatih 300 developer yang berkualifikasi tinggi dengan keahlian machine learning hingga musim panas 2020.

“Dengan inisiatif ini, kami mendorong developer di seluruh Indonesia untuk meningkatkan keterampilan teknis dan soft skill mereka dan nantinya, ikut mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang dinamis,” ujar Randy di acara Google4ID di Jakarta, Rabu (20/11).

Melalui program-program untuk bakat-bakat baru dalam bidang teknologi ini, ditambah program pelatihan untuk pemilik bisnis seperti Gapura Digital dan Women Will untuk entrepreneur wanita, dia menyebut bahwa Google telah melatih 1,6 juta orang Indonesia. Semua ini tersedia melalui platform Grow with Google yang bisa diakses di g.co/GrowIndonesia.

Selain Bangkit, Randy juga mengumumkan sebuah kerja sama baru bersama Telkom mengenai Google Station. Kerja sama ini akan membangun jaringan titik Wi-Fi yang cepat, gratis, dan aman untuk masyarakat Indonesia yang lebih luas. Langkah ini dikatakan sebagai upaya penyediaan infrastruktur dan layanan ICT terbaik, serta menghadirkan konektivitas yang merata di seluruh Indonesia.

Selain itu, untuk melanjutkan dukungan program keamanan online dan literasi media, Google juga mengaku akan terus membantu orang Indonesia menggunakan alat-alat dan pengaturan privasi yang diperlukan untuk menjaga keamanan di internet. Khususnya saat dalam perjalanan dengan memperkenalkan fitur Stay Safer di Google Maps.

Fitur baru tersebut akan memberi orang ‘peringatan saat menyimpang’, yaitu ketika driver yang mengantar mereka menyimpang dari rute yang disarankan lebih dari 0,5 km. Ini juga akan memungkinkan penumpang membagikan lokasi real-time mereka kepada teman dan keluarga hanya dengan beberapa ketukan.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Alam, Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik, Google Indonesia juga menyampaikan soal pentingnya tanggung jawab saat berinternet. Google ingin menunjukkan kepada setiap orang Indonesia cara menggunakan alat-alat mereka sekaligus memberikan tips umum tentang cara menjaga keamanan di internet.

“Rasa tanggung jawab menuntut kami untuk memperluas perhatian melampaui pengguna kami, untuk juga mempertimbangkan dunia di sekitar mereka. Inilah alasan kami begitu senang menerima sangat banyak kiriman karya untuk #jagaprivasimu, sebuah kampanye keamanan internet kami tahun ini,” jelasnya.

Putri juga memberikan info terbaru tentang Google News Initiative Training Network dan kemitraan Google dengan Mafindo, Internews, dan Aliansi Jurnalis Independen. “Di samping membantu orang Indonesia belajar cara menjaga keamanan dan mencari informasi di internet, kami juga ingin berinvestasi dalam keamanan konten yang akan berinteraksi dengan mereka,” tambahnya.

“Kemitraan dengan jurnalis sangat penting dalam upaya kami, dan kami bangga bahwa sejak tahun 2018, GNI Indonesia Training Network telah melatih 7.290 jurnalis, dari 579 organisasi berita di 51 kota,” tandasnya.

Sumber : Jawapos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: