Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Pendidikan Mengoptimalkan Anak Generasi Alfa

Mengoptimalkan Anak Generasi Alfa

Gadget seperti dua sisi mata uang pisau bagi anak. Bermanfaat sekaligus bisa membahayakan perkembangannya. Foto: AP

Sketsanews.com, Jakarta – Anak yang lahir dan besar di era digital masuk dalam golongan generasi Alfa. Membesarkan anak generasi ini sedikit berbeda dari generasi orang tuanya terdahulu.

Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Roslina Verauli untuk mengoptimalkan potensi anak generasi alfa, pertama kita harus tahu profilnya. Anak generasi alfa biasanya cenderung lebih cepat adaptasi dengan perubahan yang cepat pula.

Mereka juga terbuka dengan proses learning dan re-learning. Mereka terbuka dengan proses belajar dan melihat informasi dan mampu menyerap informasi dengan cepat. Terbuka luasnya informasi di era digital menjadi salah satu pendorongnya.

“Orang tua harus pahami profil anak. Itu sebab sejak kecil bantu anak-anak menemukan keterampilan spesifik yang bisa dikembangkan. Karena nanti di era mereka, individu dengan kemampuan khusus yang bisa jadi bintang,” ujarnya di Jakarta belum lama ini.

Salah satu untuk mengembangkan keterampilan dan keahliannya yang spesifik, kata Roslina, dengan cara mengikutsertakannya dalam  berbagai kegiatan positif sejak dini, atau bahkan kompetisi. Itu nantinya bisa membangun kepercayaan diri mereka atas kemampuannya dan menjadi bintang di masa depan.

Menurutnya, orang tua harus memahami setiap anak sesuai tahap usianya. Karena itu tuntutan orang tua juga berbeda pada anak tergantung usianya. Misalnya anak usia 2 sampai 6 tahun latih kemampuan motorik dan sensoriknya. Sedangkan usia enam tahun ke atas ajak anak ketempat-tempat khusus untuk kompetisi sehingga ketika usia remaja anak nyaman dengan dirinya. Kenali juga keinginan dan mimpi yang mereka miliki.

“Setiap anak memiliki impian tersendiri. Peran orang tua sangat penting dalam membantu anak membangun impian yang sesuai dengan potensi bakatnya masing-masing. Kemudian memfasilitasi agar kebutuhan bawaan anak untuk mengembangkan potensi diri dapat tercapai secara optimal. Tentu saja anak dan orang tua butuh inspirasi dalam membangun impian bersama,” ujar Roslina, dikutip dari Republika.

(Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: