Menguak Misteri Makanan Super Nikmat dan Bikin Ketagihan!

 

Sketsanews.com – Bukanlah rahasia umum bila perusahaan yang memproduksi makanan merancang makanan prosesnya supaya menjadi hyperpalatable alias sangat enak dan memicu ketagihan. Makanan ini memicu area otak yang berkaitan dengan menghargai diri sendiri, mendorong konsumsi berlebihan, serta selalu mengidamkan.

Banyak makanan yang dikategorikan sebagai hyperpalatable namun masih menjadi misteri tersendiri berapa banyak bahkan definisi produk hyperpalatable belum ada.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Kansas berusaha memperjelas dan mengungkap hal ini. Pada dasarnya makanan sangat nikmat dan membuat ketagihan mengandung kombinasi dari tingginya gula, lemak, dan garam.

Tim peneliti mempelajari literatur dari topik yang berkaitan untuk mengembangkan definisi dari makanan hyperpalatable, kemudian diaplikasikan ke lebih dari 7.700 makanan yang ada di database FNDDS (Food and Nutrient Database for Dietary Studies) di bawah USDA (United Stated Department of Agriculture).

Mereka menemukan ada tiga kelompok bahan yang membuat makanan menjadi hyperpalatable. Pertama, kombinasi gula dan lemak seperti es krim. Kedua, kombinasi lemak dan garam seperti masakan daging. Ketiga, kombinasi garam dan karbohidrat seperti pretzel.

Untuk Amerika Serikat, mayoritas makanan yang dikonsumsi penduduknya masuk dalam salah satu dari tiga kategori itu. Sekitar 62 persen memenuhi setidaknya satu kategori. Paling banyak mengandung garam dan lemak dalam kadar tinggi, kemudian lemak dan gula dalam kadar tinggi, dan terakhir garam dan karbohidrat dalam kadar tinggi.

Para peneliti juga mencatat bahwa – dengan mengejutkan – sekitar 49 persen makanan yang tidak memiliki atau rendah kandungan lemak, garam, atau gula masih dikategorikan sebagai hyperpalatable. Bahkan penemuan mereka mengungkapkan produk yang dipasarkan dengan kata-kata “rendah kandungan salah satu bahan ini” tidak cukup untuk menghindari ketagihan makanan dan dampaknya. Mungkin masih perlu penelitian lebih mendalam lagi untuk lebih jelas memahami kategori makanan ini. (EJP)

 

Sumber : DNI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: