Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Tekno-Sains Menilik Penampakan Jantung Galaksi Bima Sakti

Menilik Penampakan Jantung Galaksi Bima Sakti

Pusat atau jantung Galaksi Bima Sakti
Pusat atau jantung Galaksi Bima Sakti (Photo :www.ska.ac.za)

Sketsanews.com – Bagaimana profil pusat atau jantung Galaksi Bima Sakti? Sebuah teleskop raksasa anyar telah menangkap gambar paling jelas dan terbaru di pusat Bima Sakti.

Teleskop MeerKAT menunjukkan jantung Bima Sakti berupa gambar yang berapi-api yang dikelilingi lubang hitam supermasif. Perkiraan jaraknya mencapai 25 ribu tahun cahaya dari Bumi.

Teleskop radio MeerKAT yang terdiri dari 64 unit dan mampu mendeteksi gelombang radio. Teleskop tersebut dibangun di wilayah Karoo, semi gurun di Afrika Selatan, yang menawarkan lebih banyak kepekaan dibanding teleskop jenis lain.

Warna-warna yang terekam dari teleskop itu mewakili kecerahan gelombang radio. Mulai dari merah untuk emisi redup, dan kuning ke putih untuk emisi terkuat.

Meskipun terlihat seperti kekacauan api yang berputar-putar, gambar tersebut menunjukkan fitur yang belum pernah dilihat sebelumnya. Seperti akar sempit yang panjang, filamen magnet datang dari wilayah pusat.

Dikutip melalui laman Science Alert, Selasa 17 Juli 2018, hal tersebut juga memberikan pandangan yang lebih jelas dari sebelumnya mengenai sisa-sisa supernova dan daerah terbentuknya bintang yang telah diketahui sebelumya.

Filamen panjang dan sempit dapat pertama kali ditemukan pada 1980-an, walaupun asal mereka tetap menjadi misteri. Mereka terlihat di dekat lubang hitam pusat galaksi, tetapi tidak ada di sisi lain Bima Sakti.

“Gambar ini luar biasa. Itu bisa memberikan kunci untuk memecahkan kode dan memecahkan teka-teki tiga dekade ini,” ujar ahli filamen dari University of Northwestern, Ohio, Amerika Serikat, Farhad Yusef Zadeh.

Teleskop radio MeerKAT

Pusat Bima Sakti sangat sulit untuk difoto, bukan hanya karena 25 ribu tahun cahaya jauhnya, namun juga karena terletak di belakang rasi bintang Sagitarius.

Secara konstan Bima Sakti diselimuti oleh awan gas dan debu, membuatnya tidak terlihat dari Bumi jika hanya menggunakan teleskop optik.

Namun, inframerah, sinar X, dan beberapa panjang gelombang radio seperti yang dimiliki MeerKAT dapat menembus debu ini.

Teleskop tersebut dapat memberikan pandangan yang unik dari wilayah tersebut. Lokasi teleskop yang berada di Afrika Selatan juga dirasa ideal, Bima Sakti yang melintas di atas dapat terlihat selama 12 jam setiap harinya.

“Pusat galaksi adalah target yang jelas unik, visual yang mencolok dan penuh dengan fenomena yang tidak dapat dijelaskan. Awalnya, sulit untuk melihat menggunakan teleskop radio MeerKAT, masih banyak yang harus dioptimalkan, kami memutuskan untuk mencarinya, dan tertegun oleh hasilnya,” ujar Kepala Ilmuwan Radio Astronomi Observaorium Afrika Selatan (SARAO), Fernando Camilo. (wal/viva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: