Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Hukum, News Menkeu Bakal Penjarakan Pemfitnahnya Soal Jual Bali Untuk Bayar Utang

Menkeu Bakal Penjarakan Pemfitnahnya Soal Jual Bali Untuk Bayar Utang

Foto: Menkeu, Sri Mulyani Indrawati, menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (30/5).

Sketsanews.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati naik pitam lagi. Ia kembali diserang berita hoax mengenai utang. Melalui akun instagram pribadinya, Sri Mulyani menerangkan bahwa berita hoax tersebut beredar pada Oktober 2017. Dimana isinya seolah-olah ia mengeluarkan pernyataan akan menjual daerah Bali untuk membayar utang.

“Link berita tersebut telah dihapus dan adminnya juga telah menghilang,” kata Sri Mulyani, dikutip dari instagram @smindrawati, Senin (13/8).

Namun demikian, sebuah akun facebook bernama Sandy Yah, pada 10 Agustus 2018 mengunggah screenshot berita tersebut dan mendapatkan banyak tanggapan serta dibagikan. Ia menegaskan bahwa berita tersebut adalah fitnah keji dan tidak benar.

Menkeu lewat akun Instagramnya tegaskan informasi jual Bali untuk bayar utang adalah hoax (Instagram)

Berita tersebut adalah FITNAH KEJI dan TIDAK BENAR!,” tegasnya.

Dia menerangkan sejatinya negara bukanlah sesuatu yang dapat diperjualbelikan. Sejak diproklamirkan oleh pendiri bangsa, NKRI terus menjaga kedaulatan dan kemerdekaannya dengan membangun sampai ke pelosok negeri.

“Itu adalah mandat konstitusi UUD 1945 yang kita jalankan secara konsisten dan penuh sungguhan,” jelasnya.

Sri Mulyani mengatakan APBN termasuk kebijakan utang negara selalu dijaga pemerintah dengan hati-hati dan tanggung jawab. Adapun keuangan negara melalui APBN termasuk utang negara dibahas dan disetujui oleh DPR dalam bentuk UU APBN serta diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan dipertanggungjawabkan di depan DPR.

Semua informasi itupun dapat diakses oleh masyarakat secara terbuka dan transparan di website kementerian keuangan. Sri Mulyani mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan jangan percaya pada berita fitnah dan palsu seperti hal itu. Dia menilai penyebaran berita fitnah tersebut sengaja dilakukan untuk menyerang pemerintah dan tidak berdasar serta menyerang secara pribadi.

Dikutip dari JawaPos, “Tindakan hukum bagi pembuat dan pengedar berita Hoax akan dilakukan terhadap pemilik akun bernama Sandy Yah yang mengedarkan berita FITNAH dan TIDAK BENAR,” tuturnya. (Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: