Menlu AS Samakan Pemimpin Iran dengan Mafia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo

Sketsanews.com, California – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo melontarkan serangan verbal kepada pemimpin Iran. Pompeo menyamakan pemimpin Iran dengan ‘mafia’.

Serangan itu disampaikan Mike Pompeo saat berpidato di hadapan penonton keturunan Iran-Amerika dalam sebuah acara di Ronald Reagan Presidential Library di Simi Valley, California pada Minggu (22/7) waktu setempat.

Dalam pidatonya, Pompeo menyebut Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif yang merundingkan kesepakatan nuklir dengan AS dan lima negara lainnya tahun 2015, sebagai ‘pentolan belaka yang dipoles bagi kemampuan menipu internasional para Ayatollah’. Ayatollah merupakan gelar tertinggi yang diberikan kepada ulama Syiah. Saat ini, Ayatollah Ali Khamenei menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Pada Mei lalu, Presiden AS Donald Trump menarik mundur AS dari kesepakatan nuklir Iran yang dirancang untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir. Otoritas Iran dalam penegasannya menyebut program nuklirnya hanya bertujuan untuk penghasil listrik dan proyek-proyek damai lainnya.

Dikutip dari detik pada Senin (23/7/2018), “Iran dikelola oleh sesuatu yang lebih mirip dengan mafia dibandingkan sebuah pemerintahan,” sebut Pompeo, merujuk pada hal yang disebutnya sebagai kekayaan besar dan korupsi pemimpin-pemimpin Iran.

Lebih lanjut, Pompeo menyebut para pemimpin senior Iran mendapat keuntungan dari praktik penggelapan, kesepakatan licik dan keuntungan yang didapat secara ilegal. Dia juga menyebut para Ayatollah Iran sebagai ‘pria suci munafik’ yang ‘tampak lebih peduli pada kekayaan daripada agama’. Dalam pidatonya, Pompeo juga berjanji untuk mendukung warga Iran yang merasa tidak bahagia dengan pemerintahan Iran.

Kepada publik, pemerintahan Trump menegaskan kebijakan-kebijakan terhadap Iran tidak bertujuan untuk ‘mengubah rezim’, namun mengubah perilaku negara tersebut agar menghentikan program nuklir dan rudal, juga berhenti mendukung militan dan proxy di Timur Tengah.

“Terserah pada rakyat Iran untuk menentukan arah negara mereka, Amerika Serikat … akan mendukung suara-suara rakyat Iran yang sejak lama diabaikan,” ucapnya, sembari menyebut badan penyiaran AS telah meluncurkan saluran televisi, radio juga platform media sosial dan digital berbahasa Farsi selama 24 jam setiap harinya. Dia juga mengklaim AS bertekad membantu warga Iran melepaskan diri dari penyensoran internet.

Sementara itu, dalam pernyataan bernada peringatan pada Minggu (22/7) waktu setempat, Rouhani memperingatkan Trump untuk tidak terus menyusun kebijakan-kebijakan kejam terhadap Iran. “Perang dengan Iran adalah induk dari segala perang,” tegas Rouhani.

Kendati demikian, Rouhani menyatakan pihaknya tidak mengesampingkan perdamaian antara Iran dan AS. “Anda tidak ada dalam posisi untuk menghasut bangsa Iran melawan keamanan dan kepentingan Iran sendiri,” ucapnya, merujuk pada laporan-laporan upaya AS mendestabilisasi Iran.

Trump pun menanggapi peringatan Rouhani via Twitter pada Minggu (22/7) malam. “JANGAN PERNAH MENGANCAM AMERIKA SERIKAT LAGI ATAU ANDA AKAN MERASAKAN KONSEKUENSI YANG SAMA SEPANJANG SEJARAH YANG PERNAH DIDERITA SEBELUMNYA. KAMI BUKAN LAGI NEGARA YANG AKAN MENOLERANSI KATA-KATA GILA ANDA SOAL KEKERASAN DAN KEMATIAN. BERHATI-HATILAH!” ucap Trump dengan huruf kapital dalam kicauannya. (Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: