Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Mensos Curhat Banyak Distribusi Bansos yang Salah Sasaran

Mensos Curhat Banyak Distribusi Bansos yang Salah Sasaran

foto/net.

Sketsanews.com, Yogyakarta – Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan curhatannya tentang penerima bantuan sosial yang seharusnya. Dia mengaku banyak mendapatkan laporan dari berbagai pihak mengenai hal tersebut.

Agus Gumiwang menyampaikan hal itu saat menghadiri Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Sosial Pangan, Direktorat Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Wilayah II Tahun 2018 di The Rich Jogja Hotel, Yogyakarta.

“Ini saya mau curhat saja ini, seorang menteri mau curhat kepada teman-temannya di sini. Saya banyak mendapatkan laporan dari berbagai pihak bahwa di beberapa tempat ada… khususnya berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial. Itu ada hal-hal terjadi di lapangan tidak sesuai dengan apa yang akan diinginkan,” kata Agus, Rabu (7/11/2018).

“Saya tak menyatakan itu suatu penyelewengan, tapi paling tidak tak sesuai dengan apa yang kita inginkan, tidak sesuai dengan prinsip 6T (tepat sasaran, jumlah, waktu, kualitas, harga dan administrasi) yang selalu kita pegang teguh. Ini suatu hal yang perlu kita cermati apa karena ada motif tertentu atau memang suatu sistemnya yang belum siap, atau apapun itu,” sambungnya.

Namun Agus mengklaim temuan tersebut secara kuantitas tidak terlalu besar. Dia membandingkannya dengan capaian kinerja pemerintah yang mampu menurunkan angka kemiskinan nasional menjadi di bawah 9,8 persen.

“Buktinya angka kemiskinan turun, suatu kebanggaan bagi kita. Tapi sekecil apapun dari hal-hal yang tak diinginkan kita tadi, harus dicarikan jalan keluarnya, sekecil apapun itu. Karena bansos dananya dari pembayar pajak, dari APBN, jadi kita harus bertanggung jawab kepada mereka pembayar pajak. Jadi sekecil apapun hal tak diinginkan harus kita cari solusinya bagaimana kita tetap harus membuka ruang bagi diri kita sendiri terhadap perbaikan-perbaikan itu,” sebut Agus.

Kemensos disebutnya saat ini sedang mengkaji terobosan berupa pemakaian inovasi teknologi dalam penyaluran bansos.

“Kami sedang dalam proses, serius nih proses ini, untuk meng-introduce teknologi biometrik yaitu face recognition. Sehingga sudah tidak bisa lagi para KPM-KPM (keluarga penerima manfaat) itu, ya…saya tidak perlu menjelaskan.., tapi menurut pandangan kami teknologi biometrik ini prinsip 6T mudah kita capai, capaian bisa apa yang kita harapkan,” paparnya.

(sdq/dtk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: