Menteri Hanif: TKA Hanya Boleh Duduki Jabatan Ahli!

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Sketsanews.com, Jakarta – Keterbukaan pemerintah terhadap tenaga kerja asing (TKA) masih menuai polemik di tengah publik. Masyarakat khawatir TKA akan mengambil alih peluang kerja tenaga kerja domestik. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

Dia menegaskan, aturan penggunaan TKA tersebut bertujuan untuk menyederhanakan prosedur tanpa menghilangkan prinsip penggunaan TKA yang selektif. “TKA hanya boleh menduduki jabatan tertentu sebagai ahli,” kata Hanif kemarin (21/4).

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) itu, TKA hanya dipekerjakan sebagai tenaga ahli. Pemberi kerja TKA harus mengutamakan tenaga kerja Indonesia. Selain itu, perpres memberikan fasilitas pelaporan dan sanksi kepada pemberi kerja yang ketahuan mempekerjakan TKA dalam tenaga kasar.

Tenaga Kerja Asing (TKA) ketika diamankan petugas. (Kaltim Post/Jawa Pos Group)

Dengan menyederhanakan aturan perizinan TKA, tambah Hanif, pemerintah berharap bisa meningkatkan daya saing, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan investasi.”Selain itu, adanya kepastian berusaha, mengurangi biaya ekonomi yang tinggi, dan efisiensi administrasi,” jelasnya yang dilansir JawaPos.com Minggu (22/4)

Selama ini, kata Hanif, prosedur penggunaan TKA berbelit-belit dan melibatkan banyak kementerian. “Proses ini menghambat investasi,” jelas Hanif.

Hanif mengingatkan, jumlah TKA di Indonesia masih relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah TKA di negara lain dan jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Berdasar data yang dimiliki Kemenaker, jumlah TKA di Indonesia saat ini total 126 ribu orang. Sedangkan jumlah TKI di luar negeri diperkirakan 9 jutaan.

“TKI kita di Hongkong saja 170 ribu, TKI kita di Taiwan 200 ribuan, TKI kita di Makau sekitar 20 ribu, sementara TKA Tiongkok di sini 36 ribu,” ujar Hanif.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: