Meski Rumah Dirobohkan, Warga Kentingan Baru Solo Memilih Bertahan di Jalan

Warga Kentingan Baru Solo Memilih Bertahan di Jalan. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Warga Kentingan Baru Solo Memilih Bertahan di Jalan. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Sketsanews.com, Solo – Puluhan warga Kentingan Baru, Jebres, Solo memilih tetap bertahan, meskipun rumah mereka telah dirobohkan menggunakan alat berat. Warga bergerombol di Jalan Kyai H Maskur karena tidak bisa masuk lagi ke kampung halamannya. Akibatnya polisi harus mengalihkan arus lalu lintas di kawasan Universitas Sebelas Maret tersebut ke jalur lainnya.

Agar warga tak kembali masuk ke kampung, polisi berbaris di tengah jalan membuat barikade berlapis. Polisi juga menghalau warga yang merengsek masuk untuk menghalangi petugas.

Hingga pukul 15.00 WIB, eksekusi lahan sengketa seluas 15 ribu meter persegi tersebut baru merobohkan 20 rumah dari 160 rumah yang rencana dirobohkan.

Kapolsek Jebres Kompol Juliana BR Bangun mengatakan warga yang rumahnya di robohkan diminta untuk pergi. Namun hingga sore mereka tetap menolak dan bertahan di jalan raya.

“Ada 300 anggota Polresta Surakarta yang kami terjunkan untuk pengamanan eksekusi Tanah Kentingan Baru. Kita membuat blokade di jalan untuk menghalangi warga agar tidak masuk lagi ke kampung,” ujar Juliana.

Kendati mendapatkan perlawanan, eksekusi tahap dua lahan Kentingan Baru berjalan lancar. Anggota Polresta Surakarta dalam eksekusi tersebut, lanjut Juliana, hanya bertugas membantu keamanan.

Kuasa hukum pemilik lahan Kentingan Baru, Haryo Anindhito Setyo Mukti, meminta pada warga yang kurang setuju dengan eksekusi untuk melaporkan ke polisi atau mengajukan gugatan perdata ke pengadilan. Kendati demikian, pemilik lahan masih membuka pintu bagi warga yang sebelumnya tidak setuju soal kompensasi untuk bernegosiasi.

“Hari ini juga sebanyak 160 rumah kita robohkan sesuai permintaan pemilik tanah. Bagi warga yang tidak setuju silakan berdialog besok,” pungkasnya, dilansir dari Merdeka.

(Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: