Sketsa News
Home Berita Terkini, News Messi Kabur dari Nusakambangan, Petugas Dikenai Sanksi

Messi Kabur dari Nusakambangan, Petugas Dikenai Sanksi

Sketsanews.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly mengatakan kaburnya narapidana asal Turki, yakni Saman Hasan alias Messi, diduga melibatkan petugas di Lembaga Pemasyarakatan Besi Nusakambangan, Jawa Tengah.

Pintu utama menuju lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, dekat Dermaga Sodong. (CNN Indonesia/Rosmiyati Dewi Kandi)
Pintu utama menuju lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, dekat Dermaga Sodong. (CNN Indonesia/Rosmiyati Dewi Kandi)

Kementerian hukum menyiapkan sanksi kepada petugas yang diduga terlibat dalam proses kaburnya Messi. 

“Dia kabur dengan menggunakan motor pegawai. Ada tindakan kepada petugasnya,” ujar Yasonna kepada wartawan, Selasa, (12/7).

Messi diketahui kabur pada Kamis, 30 Juni, saat menjalani tahanan luar di lingkungan lapas di Nusakambangan. Menurut Yasonna, Messi bukanlah narapidana hukuman mati, sehingga tidak dipenjara di blok khusus.

“Kalau hukuman mati pasti akan di blok yang sangat steril. Ini bukan,” kata Yasonna.

Messi merupakan narapidana yang mendapat hukuman 12 tahun karena kasus narkoba. Messi melarikan diri dari Nusakambangan dengan menggunakan motor petugas pada Kamis (30/6) sekitar pukul 11.00. Petugas menyadari kaburnya Messi pada hari yang sama sekitar pukul 16.00.

Selain menggunakan motor petugas, Messi mengenakan pakaian seragam petugas lapas atau disebut Polisi Khusus Pemasyarakatan (Polsuspas).

“Dia menyeberang lewat Pelabuhan Sodong. Ada jemuran pakaian petugas, lalu dia pakai. Baru sejauh itu, pendalaman masih dilakukan,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah Bambang Sumardiono ketika dihubungi, Senin (11/7).

Menurut Bambang, dari pemeriksaan sementara, Messi kabur menumpang motor hingga ke Dermaga Sodong, Pulau Nusakambangan. Untuk mencapai Dermaga Sodong mengendarai motor, bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit, berjarak 8 kilometer.

Nusakambangan merupakan pulau terluar yang tercatat sebagai milik Kementerian Hukum dan HAM. Satu-satunya pelabuhan menuju pulau berisi enam Lembaga Pemasyarakatan (LP) itu adalah Pelabuhan Wijayapura di Cilacap, menuju Dermaga Sodong, yang merupakan pintu utama masuk ke area LP.

Mulai dari gerbang depan, ada lima pintu penjagaan sebelum bisa melihat deretan gedung-gedung penjara di Nusakambangan. Selain LP Besi, tempat Messi kabur, penjara lainnya yaitu LP Klas IIA Narkotika, LP Kembangkuning, LP Batu, LP Permisan, dan LP Pasir Putih.

Berdasarkan informasi, penjagaan pada setiap pintu tersebut tidak maksimal lantaran kekurangan personel penjaga. Para petugas selalu merangkap penjagaan.

Menurut Yasonna, pengamanan di Nusakambangan melibatkan Polri dan TNI. Dia menyebutkan di bagian dalam lapas ditempatkan lima petugas Polri dan di bagian luar melibatkan 10 petugas Polri.

“Pengamanan mulai dari pintu masuk dari kapal-kapal hingga ke kamar di tiap lapas,” kata Yasonna.

Messi merupakan napi yang dihukum 12 tahun karena kasus narkoba. Messi pergi dengan menggunakan motor petugas pada Kamis (30/6) kemarin sekitar pukul 11.00 WIB dan baru diketahui sekitar pukul 16.00 WIB saat Saman tidak kunjung kembali ke dalam Lapas dan motor tersebut dikabarkan ditemukan di wilayah Lengkong, Kampung Laut.

Menurut Yasonna, pencarian terhadap Yasonna diserahkan ke polisi dan sedang terus dilakukan pengejaran.

(ab/cnnindonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: