Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Mie Basah Di Pasar Bintoro Demak Mengandung Formalin

Mie Basah Di Pasar Bintoro Demak Mengandung Formalin

Pasar Bintoro Demak

Sketsanews.com, Demak – Tim gabungan dari Pemprov Jateng menemukan kandungan formalin dalam mie basah yang dijual di Pasar Bintoro Demak. Diperkirakan mie basah mengandung formalin tersebut tak hanya beredar di wilayah Kota Wali saja, namun juga kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.

Temuan itu merupakan hasil sidak tim gabungan yang dipimpin Asisten III Sekda Jateng, Budi Wibowo, Senin (4/6). Ada sejumlah urusan strategis yang disidak tim gabungan terkait kesiapan menghadapi lebaran tahun ini. Mulai dari kesiapan fasilitas layanan kesehatan, armada transportasi hingga bahan pangan yang dikonsumsi warga.

Kabid Pengujian Mikrobiologi Balai Besar POM Semarang, Woro Puji Astuti mengatakan saat berada di Pasar Bintoro Demak, tim gabungan melakukan uji sampel 24 bahan pangan dan makanan yang diperdagangkan di pasar tradisional terbesar di Kota Wali tersebut.

Dari puluhan sampel, seperti dilansir dari Rmol, hanya mie basah saja yang mengandung formalin. Sedang bahan pangan maupun makanan lainnya tidak mengandung zat pewarna, zat pengawet maupun bahan berbahaya lainnya.

“Ini berbahaya karena mengandung formalin,” kata Woro Puji Astuti saat ditemui di sela-sela sidak tim gabungan Pemprov Jateng di RSUD dr Loekmonohadi Kudus, Senin (4/6/2018).

Terkait hal itu, tim gabungan menyita mie basah yang dijual di Pasar Bintoro Demak. Selain itu, pedagang juga diperingatkan agar tak lagi menjual mie yang mengandung formalin tersebut.

“Pengakuan mereka mie basah itu dibeli dari bakul di Pasar Johar Semarang. Makanya bukan tak mungkin mie serupa juga diedarkan di pasar tradisional lain di Jateng karena bakul di Semarang itu jadi jujugan,” ujarnya.

Tim gabungan akan menindaklanjuti temuan di Pasar Bintoro Demak. Balai Besar POM Semarang juga akan menelusuri bakul di Pasar Johar hingga produsen mie basah berformalin tersebut.

“Kalau sudah ketemu produsennya kita cek apakah dia baru pertama kali atau sudah berkali-kali memproduksi mie basah itu. Kalau ternyata sudah pernah diingatkan tapi masih bandel produksi maka bisa kita bawa ke ranah hukum,” terang Woro Puji.

Balai Besar POM Semarang sudah beberapa kali memperkarakan produsen bahan pangan bandel. Kasus yang membelit mereka juga sudah bergulir di meja pengadilan.

“UU Pangan sudah mengatur hal itu. Ada ancaman pidana bagi pihak yang melanggar ketentuan,” tukasnya.

Asisten III Sekda Jateng, Budi Wibowo mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat membeli bahan pangan maupun makanan untuk kepentingan lebaran. Warga diimbau tak mudah tergiur dengan harga murah yang ditawarkan pedagang.

“Intinya itu. Jangan sampai murah tapi malah ujungnya menganggu kesehatan,” tandasnya. [Wis]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: