Miris, Masih SD Sudah Jadi Bandar Sabu

Ilustrasi (dok.detikcom)
Ilustrasi (dok.detikcom)
Ilustrasi (dok.detikcom)

Sketsanews.com, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengaku prihatin seorang anak sekolah dasar (SD) menjadi bandar narkoba jenis sabu. Mereka meminta sekolah lebih mengawasi anak didiknya.

“Sebenarnya ada Dinas Kesehatan yang bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) dan kita lakukan rencana dan kegiatan strategis narkoba dan AIDS di semua SKPD termasuk di Dinas Pendidikan,” kata Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal alias Daeng Ical di Makassar, Selasa (7/8/2018), seperti dimuat detikcom.

Khusus di Dinas Pendidikan, Pemkot Makassar telah memberikan pembekalan khusus kepada guru bimbingan dan konseling (BK) untuk melalukan moniroting langsung kepada anak didik mereka di sekolah.

“Kita latih mereka untuk bimbingan konseing anak-anak murid jika terjadi perubahan perilaku dan sikap untuk misalnya anak-anak baik baik tiba-tiba dia suka menyendiri,” terangnya.

Untuk kasus yang melibatkan anak SD yang menjadi bandar narkoba di wilayah Tallo, Daeng Ical mengatakan mengaku sangat prihatin atas kejadian ini.

“Tentunya kami sangat prihatin atas kejadian ini. Bandar kan dulu mensasar usia-usia produktif sekarang mereka masuk ke anak-anak sekolah, hingga sekolah dasar,” terangnya.

“Kita intensifkan lagi kepala-kepala sekolah untuk melakukan razia ke anak-anak didiknya,” pungkasnya. (wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: