Mobil Listrik, PLN Siapkan 1.600 Unit SPLU untuk Isi Daya

Stasiun Pengisian Lustrik Umum (SPLU) Beji Lintar milik PLN Disjaya (Istimewa)

Stasiun Pengisian Lustrik Umum (SPLU) Beji Lintar milik PLN Disjaya (Istimewa)

Sketsanews.com, Jakarta –  PT PLN (Persero) melakukan sejumlah inovasi untuk mendukung perkembangan kendaraan ramah lingkungan (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV). Salah satunya dengan membangun Sistem Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang sudah terinstalasi di 1.600 titik di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Barat Haryanto menyatakan hingga saat ini PLN terus membangun SPLU di daerah selain Jakarta, seperti Bali dan Surabaya.

“Kita sudah punya 1.600 titik pengisian kendaraan listrik yang bisa digunakan kapan saja, bisa dicek lokasinya melalui Google Electric Vehicle,” ujarnya di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Selanjutnya, PLN akan bekerjasama dengan parkiran di pusat perbelanjaan dan mall serta komplek perkantoran (office building) guna menambah titik instalasi SPLU fast charging, yang hanya memakan waktu 2 jam saja untuk mengisi daya mobil listrik hingga penuh.

Ke depannya, PLN juga akan bangun SPLU super fast charging yang diklaim hanya memakan waktu 15 menit untuk pengisian daya mobil hingga penuh. SPLU super fast charging ini rencananya akan dibangun di rest area.

“Kita mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi gas karbon dan mengoptimalkan penggunaan mobil listrik di Indonesia, salah satunya dengan mempermudah masyarakat mengisi daya mobil listriknya dimana saja kapan saja dengan cepat,” dia menandaskan.

PT PLN (Persero) akan memberikan diskon tarif listrik untuk rumah yang menggunakan mobil listrik. Hal ini dalam rangka mendukung penggunaan mobil listrik di ‎Indonesia.

Sebelumnya, perusahaan plat merah tersebut telah memberikan diskon hingga 100 persen alias gratis bagi pengguna mobil listrik untuk penambahan daya listrik. ‎Kali ini, PLN juga tengah mengkaji pemberian diskon untuk tarif listrik pada malam hari.

“Ini sedang kami siapkan tarifnya. Kami diskusikan di internal dan siapkan alatnya. ‎Kami berikan diskon untuk pengguna kendaraan listrik selama nge-charge dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi,” ujar dia di Kantor PLN Pusat, Senin (18/3/2019).

Dia mengungkapkan, pengisian baterai mobil listrik di malam hari tidak akan menjadi beban bagi PLN. Sebab, pada rentang jam tersebut, PLN mengalami surplus listrik.

Justru dengan pemberian diskon ini diharapkan surplus listrik ini bisa termanfaatkan dengan baik sekaligus mendorong masyarakat untuk beralih ke mobil listrik.‎‎”Karena memang kami surplus daya dari jam 10 malam ke jam 4 pagi,” tandas dia.

PT PLN (Persero) menggandeng Damri dan Jakpro dalam rangka penyediaan stasiun pengisian listrik umum (SPLU). Keberadaan infrastruktur pengisian listrik ini guna mendukung penggunaan bus listrik bandara Soekarno-Hatta dan TransJakarta.

Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali dan Nusra PLN, Djoko R Abumanan mengatakan, SPLU yang dibangun merupakan fast charging, sehingga pengendara tidak perlu menunggu lama saat mengisi energi listriknya.

“Ini kami kerjasama dengan Damri dan Jakpro, bus elektikal. Ini yang disebut SPLU fast charging, ini inverter yang besar, Rp 2 miliar untuk alat charging. Itu yang kami siapkan tahun ini kerjasama dengan Damri dan Jakpro untuk TransJakarta dan bus di bandara,” ujar dia di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (18/3/2019).

Untuk tahap awal, rencananya akan dibangun 4 unit SPLU fast charging ini. Salah satunya dibangun di Bandara Soekarno-Hatta. “‎Unitnya kita siapkan 4 unit, tapi masih dalam pembicaraan,” jelas dia, seperti di kutip dari Liputan6.com.

Menurut Djoko, karena membutuhkan investasi yang besar untuk membangun SPLU ini, maka PLN terbuka kepada investor lain yang juga ingin membangun SPLU di wilayah lain. “SPLU yang kami siapkan, siapa pun bisa tapi nanti listriknya dari PLN,” tandas dia.  (Air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: