Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Hukum, News Mobil Pengangkut Uang Milik Bank Dirampok, Rp3 Miliar Melayang

Mobil Pengangkut Uang Milik Bank Dirampok, Rp3 Miliar Melayang

Polisi saat melakukan olah TKP perampokan mobil pengangkut uang milik sebuah bank.iNews TV/Wahyu Sikumbang

Sketsanews.com, Bukittinggi – Mobil pengangkut uang jenis Daihatsu Xenia dengan nomor polisi BM 1971 JG milik sebuah bank Syariah di Bukittinggi dirampok di kawasan PLTA Batang Agam Sumatera Barat, Senin (4/6/2018) siang. Akibatnya, uang tunai sebesar Rp3 miliar berhasil dibawa kabur pelaku.

Salah seorang staf bank yang melaporkan kejadian ke Polres Bukittinggi menyebutkan, kejadian berawal saat mobil dalam perjalanan membawa uang dari kantor bank di Aur Kuning, Kota Bukittinggi menuju bank di Payakumbuh.

Selain sopir bernama Sardi (38) di dalam mobil juga ada staf bank bernama Hendra (25). Meski membawa uang tunai dalam jumlah banyak, mobil pengangkut uang ini hanya dikawal oleh seorang sekuriti bank bernama Jakfar sinaga (29).

Dalam perjalanan menuju Payakumbuh, selepas kampus IPDN Baso menjelang jembatan Batang Agam, mobil pengangkut uang diserempet oleh mobil Avanza Silver. Sopir yang mengaku terpaksa berhenti bersama sekuriti yang duduk di depan langsung ditodong pelaku dengan senjata api.

Korban yang tak berkutik diikat dan mulut serta mata dilakban oleh pelaku yang jumlahnya tidak diketahui para korban. Mobil yang sudah dikuasai pelaku bersama ketiga korban dan uang yang ada di dalamnya dibawa sampai ke kawasan Talawi Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. Di lokasi ini mobil bersama korban yang terikat ditinggal di pinggir jalan pelaku kabur bersama uang tunai Rp3 miliar.

Pihak kepolisian dari Polsek Payakumbuh yang mendapat laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Kepada media Kapolsekta Payakumbuh Kompol Russirwan menyebutkan, ketiga korban sempat membuat laporan polisi di Polsekta Payakumbuh.

Dikutip dari SINDOnews, “Namun karena tempat perampokan berada di wilayah hukum Polres Bukittinggi, maka korban diarahkan melapor ke Polres Bukittinggi atau Polsek Baso,” pungkasnya.

Sementara hingga kini pihak Polres Bukittinggi belum bersedia memberikan keterangan terkait kejadian ini. (Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: