Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, Hidup Sehat, Internasional, News, Tekno-Sains Mobil Street View Google Segera Petakan Kualitas Udara

Mobil Street View Google Segera Petakan Kualitas Udara

Mobil kamera Google Street View

Sketsanews.com, Jakarta – Penyedia jaringan sensor lingkungan, Aclima, berencana mengintegrasikan platformnya pada kendaraan Street View Google. Startup tersebut membangun sensor mengukur kualitas yang terhubung dengan internet.

Aclima mengungkapkan, saat mobil Google akan menangkap data kualitas udara dengan mendeteksi karbon dioksida, karbon monoksida, nitrat oksida, nitraoksida, nitrogen dioksida, ozon dan materi partikulat.

Kerja sama ini untuk memastikan banyaknya polusi dan masalah pernapasan pada level lokal hiper di setiap area yang didata. Namun pemetaan Aclima baru terbatas di beberapa kota saja yaitu Houston, Mexico City dan Sydney. Aclima akan menggunakan 50 mobil Street View untuk melakukan pekerjaannya tersebut.

Hasil pemetaan tersebut akan tersedia dalam data set publik pada layanan analisis kumpulan hasil data yang bekerja sama dengan layanan big data berbasis komputasi awan, Google BigQuery.

“Kami menemukan Anda mendapatkan kualitas udara terbaik dan terburuk pada jalan yang sama. Mengerti akan membantu dengan semua perencanaan kota hingga memahami paparan pada pribadi Anda,” ujar Founder Aclima, Davida Herzl, dikuti dari Viva.co.id, dilansir laman Tech Crunch, Kamis, 13 September 2018

Penelitian awal ini memungkinkan Aclima meningkatkan skalanya dengan mobil Street View. Harapannya mengumpulkan lebih banyak data bagi global.

Aclima sebelumnya telah memasang sensor di London pada awal tahun. Sedangkan tiga tahun lalu bekerja sama memastikan kesehatan udara di kampus Google, Bay Area.

Sejak 2015, Aclima telah mengumpulkan satu miliar data di negara bagian California.

Menurut Program Manajer Google Earth Putreach, Karin Tuxen-Bettman, perhitungan ini bisa memberikan wawasan pada lingkungan di perkotaan.

“Perhitungan ini bisa memberikan kota-kota dengan wawasan lingkungan untuk membantu mereka akselerasi transisi mereka menuju kota yang cerdas dan sehat,” kata Tuxen-Bettman. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: