Momentum Membungkam Kritik Telah Tiba

PEBULU tangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, berhasil lolos ke partai puncak Thailand Masters 2019. | MediaINdonesia

PEBULU tangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, berhasil lolos ke partai puncak Thailand Masters 2019. | MediaINdonesia

Sketsanews.com, Bangkok – Kritik tajam sempat mengarah pada Fitriani lantaran tak menunjukkan perkembangan prestasi yang signifikan sepanjang 2018. Jangankan meraih juara, pencapaian terbaik pemain 20 tahun itu hanyalah perempat final yang dia raih di Korea Masters, Saarlorlux Open, Chinese Taipei Open dan Indonesia Masters. Selebihnya Fitriani selalu gugur di babak-babak awal turnamen.

Sorotan kian kencang setelah dia kembali terpilih dalam 96 pebulu tangkis yang masuk pelatnas PBSI awal tahun ini. Keputusan itu seolah bertolak belakang dengan sikap Kabid Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti, yang mengaku tak segan mengganti pemain yang tidak berkembang dengan pemain junior yang berpotensi.

Namun performa luar biasa Fitriani di Thailand Masters 2019 agaknya mulai membungkam omongan miring terhadap pebulu tangkis mungil tersebut. Fitriani secara sensasional melangkah ke babak final setelah mengandaskan perlawanan wakil Hong Kong, Deng Joy Xuan, dengan skor 12-21, 21-19, 21-16, dalam laga sengit selama 55 menit.

Di babak final, Fitriani bakal berhadapan dengan wakil tuan rumah, Busanan Ongbamrungphan, yang di semifinal lain membekuk sesama pemain Thailand, Pornpawee Chochuwong, 21-10, 21-4.

Partai final ini diyakini bakal berlangsung sengit mengingat ranking kedua pemain hanya terpaut empat undakan (Fitriani posisi 33, Busanan 29). Keduanya juga punya rekor pertemuan cukup ketat yakni 2-1 untuk keunggulan Fitriani. Dalam pertemuan terakhir di Korea Masters 2018, Fitriani pun harus bersusah payah mengalahkan Busanan dalam laga tiga set, 21-18, 12-21, 21-11. Pelatih tunggal putri PBSI, Minarti Timur, pun mewanti-wanti anak asuhnya agar waspada di babak final.

“Busanan mainnya bagus dari babak awal, apalagi dia wakil tuan rumah. Fitri mesti berani dulu, harus siap lelah dan lebih nekat,” ujar Minarti seperti dilansir badmintonindonesia.org, Sabtu (12/1/2019).

Minarti juga mendorong Fitriani mengoptimalkan reli-reli dan serangan balik yang digunakannya saat membungkam Xuan. Di semifinal, Fitriani mampu memanfaatkan penurunan stamina Xuan di dua game terakhir.

“Saya coba meyakinkan Fitri untuk berpikir positif dan menikmati setiap permainan yang dijalani, yang penting jangan mau kalah,” ucap Minarti. (Solopos)

 

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: