Mungkinkah Pohon Tumbang Ini Radikalis Dan Tidak Pancasilais

Foto: @FeryMokoginta

Foto: @FeryMokoginta

Sketsanews.com, Jakarta – Foto sebuah pohon tumbang sedang jadi bahan pembicaraan di dunia maya Indonesia. Foto pohon tumbang itu diupload pemilik akun Twitter @feryMokoginta tengah hari tadi (15/6).

Banyak komentar yang mempertanyakan motif pohon tumbang tersebut. Pertanyaan dan komentar umumnya dikaitkan dengan suasana politik di tanah air akhir-akhir ini.

Pemilik akun @kerjacerdas, misalnya, mengatakan pohon itu terbukti telah berbuat makar.

Pemilik akun @hmydarman berkomentar senada.

“Nih pohon intoleransi dan radikalis sekali,” tulisnya, sebagaimana dilansir dari Rmol.

Akun @jahrudinma menulis, “Pohonnya perlu diajarin #MenghindariSuspend.”

“Pohonnya radikal, tidak pancasilais,” tulis @andijie09.

Pohon tumbang ini jadi pembicaraan karena yang ditimpanya adalah sebuah mobil dengan stiker Jokowi membungkus body.

Di sisi kiri mobil terlihat gambar wajah Jokowi dalam ukuran besar, demikian juga dengan bagian belakang, beserta tulisan “Jokowi, Merakyat – Jujur – Berprestasi 2019-2024”.

Menurut @FeryMokoginta, kejadian pohon tumbang menimpa mobil pro Jokowi itu terhadi hari ini. Tidak disebutkan dimana lokasi kejadian.

“Kejadian hari ini mobil dengan gambar Jokowi tertimpa pohon setelah sholat Ied… Apakah ini suatu kebetulan ataukah sebuah tanda? atau ini teguran jika sekarang belum waktunya kampanye?” tulis akun itu sambil menambahkan hastag  #2019Tiarap.

Mobil Mistubishi itu menggunakan plat nomor Solo, AD. Nomor plat mobil tidak terlihat lengkap. Dua huruf huruf di belakang angka 8236 tertutup tangan seseorang yang menunjuk pada mobil naas itu. Namun dari foto lain diketahui dua huruf di belakang nomor plat itu adalah AU.

Akun @fan_cibenk menulis, “Tanda-tanda apa ini? Plat mobil AD 8236. AD: Solo, 8236 ditotal: 19.”

“2019 Jokowi dipulangkan ke Solo,” respon @Permanafazartea. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: