Nandur Bawang Tukul Utang, Petani Butuh Sejahtera Bukan Pencitraan, Jokowi Presiden Gagal

Unjuk rasa memprotes kejatuhan harga bawang di depan kantor Bupati Brebes (Radar Tegal/JPG)

Unjuk rasa memprotes kejatuhan harga bawang di depan kantor Bupati Brebes (Radar Tegal/JPG)

Sketanews.com, Brebes – Anjloknya harga jual bawang merah ditingkat petani, membuat ratusan petani di Brebes melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Brebes, Jumat (29/12). Mereka menuntut pemerintah membeli hasil panen sesuai dengan harga ketentuan yang ditetapkan.

Pantauan di lapangan, petani melakukan aksi sejak pukul 09.00 di sepanjang Jalan Pangeran Diponogoro. Ratusan petani tersebut antara lain dari sentra bawang di Desa Sigentong, Kecamatan Wanasari, Desa Kamal, Kecamatan Larangan, Dukuhringin, Luwungragi, Kecamatan Wanasari. Dalam aksi tersebut, ratusan pendemo mendapat pengawalan dari petugas Polres Brebes.

Ungkapan kekesalan tersebut diungkapkan lewat tulisan di spanduk yang bertuliskan “Nandur Bawang Tukul Utang” , “Stabilkan Harga Bawang” ,”Petani Butuh Sejahtera Bukan Pencitraan, Jokowi Presiden Gagal” .

Dalam aksinya, para petani mengajukan enam tuntutan kepada pemerintah setempat. Yakni, melakukan penyerapan bawang merah dengan harga normal yakni Rp 15 ribu per kilogram. Segera melakukan ekspor bawang merah. Mematok harga eceran terendah bawang merah, sehingga petani masih menikmati keuntungan.

Salah seorang petani dari Desa Sigentong, Kecamatan Wanasari Rastoni mengaku miris apa yang dirasakan oleh petani bawang saat ini. Menurut dia, dengan harga bawang saat ini yang hanya Rp 5.000 – Rp 7.000 per kilogramnya, hanya membuat petani kelimpungan.

Sebab, biaya produksi dengan hasil panen tidak sesuai. “Masyarakat Sigentong (petani bawang merah khususnya) saat ini sedang menangis. Sebab, hasil panennya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” ucapnya, seperti dikutip dari Jawapos.

Dia menilai, keberadaan petani bawang merah saat ini disetir (awasi) oleh pemerintah. Maksudnya, kata dia, sedikit ada kenaikan harga bawang merah pemerintah berbondong-bondong turun untuk segera menyetabilkan harga bawang.

Tapi bila harga pupuk mahal, pemerintah seakan tutup mata. “Kita (petani bawang) ini sudah jenuh. Petani bawang merah selalu dipandang sebelah mata. Mana janji pemerintah yang akan terus menyejahterakan petani (bawang merah),” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti yang menerima langsung para pendemo mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait permasalahan harga bawang.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, Perum Bulog untuk melakukan penyerapan hasil panen.

Selain itu, untuk menstabilkan harga bawang yang anjlok saat ini, bupati memerintahkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Brebes untuk membeli bawang merah di petani langsung. “Saya perintahkan seluruh ASN untuk membeli bawang merah langsung ke petani,” pungkasnya.

(Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: