Napi Terorisme Meninggal di Penjara, Pelayat Bertakbir, Wartawan Dilarang Meliput

Upacara pemakaman Wawan Prasetyawan | AKURAT.CO/Wijayanti

Upacara pemakaman Wawan Prasetyawan | AKURAT.CO/Wijayanti

Sketsanews.com, Jakarta – Warga menghadiri upacara pemakaman Wawan Prasetyawan (35), warga Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (17/12/2018). Wawan merupakan narapidana kasus terorisme yang meninggal di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Batu Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pukul 00.35 WIB tadi.  Wawan meninggal dunia karena sakit paru-paru basah.

Menurut pengamatan AKURAT.CO di lokasi, jenazah Wawan disalatkan di Masjid Fathurrahman yang lokasinya tak jauh dari rumah duka. Setelah itu, jasad dibawa ke Tempat Pemakaman Umum Yapak Kembang, Desa Troketo, pukul 11.00 WIB.

Selama perjalanan dari masjid ke lokasi pemakaman, warga yang membawa keranda mengucapkan takbir.

Beberapa wartawan yang sebelumnya bisa meliput di rumah duka, ketika perjalanan ke pemakaman, dilarang mendekat dan disuruh pergi oleh sekelompok orang berkaus hitam.

Kepala Desa Troketon Sunaryo (56) mengatakan setelah diberitahu oleh anggota Kepolisian Sektor Pedan sekitar jam 07.00 WIB, aparat desa berkoordinasi dengan pengurus rukun warga dan rukun tetangga untuk persiapan pemakaman.

“Alhamdulilah prosesi pemakaman berjalan lancar tidak ada penolakan dari warga. Pemakaman menyesuaikan adat di kampung,” ujar Sunaryo, dikutip dari akurat.

Wawan merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Orangtuanya bernama Parto Mulyono dan Partini. Kedua orangtua Wawan bekerja sebagai buruh tani.

“Selama hidup Wawan bekerja sebagai tukang servis alat elektronik panggilan. Wawan meninggal dunia dengan meninggalkan satu anak berusia tiga tahun dan istri,” kata Sunaryo. (As)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: