NasDem Akui Adik Ipar Jokowi Daftar Penjaringan Bakal Calon Bupati Gunungkidul

Sketsanews.com Adik ipar Presiden Joko Widodo, Wahyu Purwanto meramaikan bursa Pilkada Gunungkidul 2020. Wahyu mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Gunungkidul lewat Partai Nasdem.

wahyu purwanto ipar jokowi. ©2020 Merdeka.com/antara
wahyu purwanto ipar jokowi. ©2020 Merdeka.com/antara

 

Ketua DPD NasDem Gunungkidul, Suparjo menyebut nama Wahyu terdaftar sebagai salah satu bakal calon Bupati Gunungkidul di partainya. Nama Wahyu bersama empat bakal calon lainnya telah dikantongi oleh NasDem.

“Mendaftar lewat penjaringan di DPW NasDem DIY dan mengikuti proses fit and proper test pada September-Oktober 2019. (Berkas bakal calon) sudah sampai ke DPP. Disampaikan ke DPP itu waktu kami kongres November 2019,” ujar Suparjo saat dihubungi, Senin (13/1).

Suparjo merinci DPD NasDem mengusulan lima nama bakal calon Bupati Gunungkidul ke DPP NasDem. Kelimanya adalah Wahyu, Budi Utama Prasetyo (mantan Ketua DPRD Gunungkidul), Bambang Krisnadi (mantan caleg DPRD DIY), Zuhrif Hudaya (mantan Anggota DPRD DIY) dan Mayor Sunaryanto.

Untuk Wakil Bupati ada tiga nama yang disebut Suparjo telah disetorkan ke DPP NasDem. Tiga nama yang diajukan adalah Bahron Rasyid (Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul), Suparwoto dan Dadang Iskandar (pegiat LSM).

 

Suparjo menjelaskan sosok adik ipar Jokowi ini diajukan ke DPP NasDem karena memang merupakan kader partai. Selain itu, Wahyu juga aktif dalam kepengurusan partai NasDem di tingkat DIY.

“Dia kader partai. Dia juga pengurus NasDem, Dewan Pakar di DPW. Pertimbangan lainnya adalah karena dia pernah lama di Gunungkidul. Dia pernah jadi Rektor Universitas Gunungkidul,” ungkap Suparjo.

Suparjo menerangkan terkait latarbelakang Suparjo yang memiliki kedekatan dengan Jokowi justru tak menjadi pertimbangan bagi partai NasDem Gunungkidul. Suparjo merinci sosok yang diajukan merupakan sosok yang memiliki kapasitas, visi dan misi serta mau membangun Gunungkidul.

“Soal dia adik, putra, anak, dan sebagainya kan ikut kompetisi. Jadi, pertimbangannya karena adik ipar (Jokowi), enggak. Partai nggak memahami seperti itu,” tegas Suparjo. [ray]

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: