Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Politik NasDem Bantah Ada Skenario Pergantian Cawapres Ma’ruf Amin

NasDem Bantah Ada Skenario Pergantian Cawapres Ma’ruf Amin

Jokowi dan Ma’ruf Amin di Gedung Medical Check Up RSPAD Gatot Soebroto Jakarta (12/8). (Foto: Dok. Agus Suparto)

Sketsanews.com, Jakarta – Parpol koalisi pengusung Joko Widodo – Ma’ruf Amin membantah ada skenario pergantian cawapres melalui hasil pemeriksaan tes kesehatan yang dilakukan Minggu (12/8) kemarin.

Memang dalam serangkaian tes kesehatan yang berlangsung selama 12 jam itu sempat diwarnai spekulasi bahwa Ma’ruf Amin bisa tak lolos dalam tes, mengingat usia yang sudah 75 tahun dan riwayat kesehatan yang disebut pernah asam urat.

Karena hasil tes kesehatan bersifat final, maka jika tidak lolos partai politik pengusung akan diminta mengusulkan bakal pasangan calon baru sebagai pengganti.

“Enggak perlu skenario, enggak ada itu, tidak ada, ini pemeriksaan lama karena pemeriksaan alat saja, sekitar 600 menit itu 10 jam, belum break istirahat, belum jalan dari satu tempat ke tempat lain, blm antre dan ngurus administrasinya. Jadi enggak ada, semuanya sehat. Dan tidak ada lolos, tidak lolos yang ada kualifikasi kesehatan sesuai pemeriksaan medis, rekam medis yang dikirim ke KPU,” ujar Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate ketika dihubungi, Senin (13/8).

Johnny meminta jangan ada pihak-pihak yang berusaha mengembang isu skenario pergantian cawapres karena proses pemeriksaan kesehatan. Ia yakin Jokowi-Ma’ruf lolos tes kesehatan dan memenuhi syarat sebagai capres-cawapres di 2019.

Dikutip dari Kumparan, “Jadi enggak ada, jangan karena orang berjalan dengan sikap-sikap tertentu dinilai dari kesehatan, Kami yakin kesehatan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf memenuhi syarat dan layak sebagai capres-cawapres,” tuturnya.

Sebelumnya, Pasal 24 Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pilpres berbunyi :

(1) Dalam hal berdasarkan hasil verifikasi dokumen perbaikan bakal pasangan calon dinyatakan tidak memenuhi syarat, KPU meminta kepada partai politik atau gabungan partai politik pengusul untuk mengusulkan bakal pasangan calon baru sebagai pengganti.

(2) Pengusulan bakal pasangan calon pengganti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 14 hari sejak surat permintaan dari KPU diterima oleh partai politik atau gabungan partai politik.
(Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: