Nasehat Ustadz Abdul Somad untuk Anak Muda di Malam Tahun Baru

Ustadz Abdul Somad (foto: instagram)

Ustadz Abdul Somad (foto: instagram)

Ustadz Abdul Somad (foto: instagram)
Ustadz Abdul Somad (foto: instagram)

Sketsanews.com -Tahun baru 2019 sebentar lagi dan tinggal menghitung hari.

Merayakan momen tahun baru biasanya akan ada berbagai kemeriahan seperti pesta kembang api, hiburan-hiburan, dan sebagainya, tak terkecuali nanti saat tahun baru 2019.

Momen tahun baru, terutama tahun baru 2019 akan dinantikan banyak orang.

Apalagi, berbagai pihak sejak jauh-jauh hari sudah pengumuman di berbagai media bakal menggelar pesta tahun baru 2019.

Banyak orang akan keluar rumah malam tahun barunya untuk merayakannya hingga tepat tengah malamnya.

Di tengah malam pun, masyarakat akan beramai-ramai meniup terompet sebagai tanda pergantian tahun 2018 ke tahun baru 2019.

Dalam Islam, sebenarnya perayaan tahun baru masehi ini tak pernah diajarkan karena bukan budaya dan ajaran Islam.

Nabi Muhammad tak pernah mengajarkan ini.

Ustadz Abdul Somad dalam sebuah ceramahnya yang ditayangkan di YouTube oleh Taman Surga.Net pada 15 Desember 2018 lalu berpesan kepada anak-anak muda Islam terkait perayaan tahun baru 2019.

Ustadz Abdul Somad meminta para orangtua agar melarang anak-anak mereka keluar rumah di malam tahun baru untuk ikut merayakannya.

“Larang anak-anak kita keluyuran malam tahun baru, buat saja majelis sholawat,” tegasnya.

Ustadz Abdul Somad kembali menegaskan dan mengimbau para anak muda Islam agar melakukan dua hal ini saja di malam tahun baru.

“Buat anak muda, lakukan dua hal saja saat malam tahun baru, yaitu ke masjid saja buat acara pengajian atau di rumah saja, tidur. Lalu yang di rumah saja nggak tidur-tidur, nanti ada temannya datang ngajak keluar rumah sebaiknya tegas saja, tolak ajakan itu dengan alasan perayaan tahun baru masehi tidak diajarkan di Islam,” sarannya.

Dia juga menganjurkan di malam tahun baru, sebaiknya anak-anak muda tidak melewatkannya dengan berhura-hura di jalan.

Akan lebih baik jika mengisinya dengan kegiatan keagamaan saja atau istirahat saja di rumah.

“Dari pada konvoi naik motor di jalan malam tahun baru, lebih baik perbanyak sholawat saja,” katanya.

Dia sengaja mengarahkan imbauannya ini ke anak-anak muda, karena biasanya yang antusias merayakan malam tahun baru adalah mereka, sedangkan kaum tuanya biasanya sudah tak berminat lagi melakukan hal-hal demikian. (wal)

sumber: banjarmasinpost

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: