Nasib Empat Blok Migas yang Habis Kontrak 2018 Diputuskan Bulan Ini

Sketsanews.com, Jakarta – Jika kontraktor eksisting bisa menawarkan lebih baik, maka Pertamina diberikan hak untuk menyamakan penawaran dari kontraktor eksisting tersebut.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan bulan ini sudah ada keputusan pengelolaan empat blok minyak dan gas bumi (migas) yang akan berakhir kontraknya. Hingga kini pemerintah masih mengevaluasi mengenai pengelolaan empat blok tersebut.

Seperti dikutip Katadata.co.id, wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan empat blok yang tengah dievaluasi adalah Sanga-Sanga, South East Sumatera, Ogan Komering dan Tuban. Keempat blok tersebut kontraknya akan berakhir tahun 2018.

Pemerintah sebenarnya sudah menawarkan kepada PT Pertamina (Persero) mengelola empat blok tersebut. Namun, di sisi lain, pemerintah juga memberikan kesempatan kepada kontraktor eksisting untuk mengajukan penawaran kepada pemerintah.

Bahkan Kementerian ESDM sudah menerima penawaran dari kontraktor eksisting terkait empat blok tersebut. “Untuk empat blok migas ini, waktunya kami targetkan Januari ini selesai, kepada siapa akan diserahkan,” kata Arcandra dikutip dari websiteKementerian ESDM, Rabu (3/1).

Dalam mengevaluasi, Kementerian ESDM memiliki  dua kriteria. Pertamaadalah menilai program kerja dan anggaran yang ditawarkan Pertamina maupun kontraktor eksisting. Kedua, yakni menilai pihak yang dapat memberikan bagian untuk Pemerintah (goverment take) lebih baik.

Jadi, apabila penawaran Pertamina memberikan return atau hasil yang lebih baik, maka mereka akan mendapatkan blok tersebut. Namun jika kontraktor eksisting bisa menawarkan lebih baik, maka Pertamina diberikan hak untuk menyamakan penawaran dari kontraktor eksisting tersebut (right to match). “Ada keberpihakan kita untuk memajukan Pertamina sebagai NOC (National Oil Company),” kata dia.

Selain empat blok itu, pemerintah sebenarnya menawarkan kepada Pertamina mengelola empat blok lainnya. Empat blok tersebut adalah Attaka, East Kalimantan, Tengah dan North Sumatera Offshore (NSO).

Untuk blok Tengah dan North Sumatera Offshore (NSO) pemerintah sudah memberikannya kepada Pertamina. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial, blok Tengah, diberikan kepada Pertamina supaya lebih efisien karena merupakan unitisasi dengan Blok Mahakam.

Sedangkan blok NSO diberikan kepada Pertamina karena selama ini Pertamina yang mengelola. Pengelolaan blok NSO akan digabungkan dengan Blok NSB (North Sumatera B) yang lokasinya berdekatan.

Adapun blok Attaka dan East Kalimantan telah diputuskan untuk dilelang. Dua blok ini dilelang karena Pertamina mengembalikan blok tersebut karena tidak ekonomis. “Ada dua blok yang diserahkan kembali kepada Pemerintah,” kata Arcandra.

Saat ini Kementerian ESDM masih menyiapkan dokumen penawaran, syarat dan ketentuan (term and condition) dan sebagainya. “Maret akan diumumkan siapa pemenangnya,” kata Ego.

(bin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: